Warga Korban Lumpur Lapindo Blokir Jalan dan Sandera KA

Warga Korban Lumpur Lapindo Blokir Jalan dan Sandera KA

- detikNews
Rabu, 16 Agu 2006 10:01 WIB
Sidoarjo - Kemarahan warga Desa Siring -- korban lumpur panas Lapindo Brantas Inc -- tidak terbendung. Ratusan orang memblokir jalan utama Surabaya-Malang dan sebaliknya. KA ekonomi juga disandera.Warga membentuk pagar betis dan memblokir Jalan Porong, jalur utama Surabaya-Malang dan Malang-Surabaya. Aksi ini digelar sejak pukul 08.00 WIB, Rabu (16/8/2006). Akibatnya kendaraan yang akan menuju Surabaya-Malang dialihkan masuk ke dalam tol Gempol. Sedangkan untuk kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda dialihkan ke jalan-jalan tikus sebelum Jalan Porong.Sedangkan kendaraan dari arah Malang-Surabaya tampak memutar kendaraannya. Alhasil banyak kendaraan yang terjebak dan kemacetan panjang pun tidak terhindarkan hingga 7 kilometer.Spanduk besar yang dibentangkan bertuliskan "Lapindo jadikan aku belut, selamatkan jiwa kami, buang lumpur ke laut, jangan tunggu tanggul jebol", dan "Musnahkan Lapindo dan Bakrie dari bumi pertiwi."Aksi ini dijaga ratusan aparat Polres Sidoarjo. Ketegangan dan adu mulut warga dengan aparat sempat terjadi. Dorong-dorongan mewarnai."Usir Lapindo, kita sudah disengsarakan. Kalau Bapak suruh kami minggir, berarti Bapak bela Lapindo," kata salah seorang ibu dengan nada berapi-api.Pernyataan ibu itu langsung diamini peserta aksi lainnya. Seorang polisi berusaha menenangkan massa. "Jalan ini bukan punya Lapindo, tetapi milik rakyat Jawa timur. Kalau kalian bertahan, berarti kalian menyengsarakan rakyat," sahut seorang polisi.Namun warga ngotot bertahan memblokir jalan dan barisan polisi akhirnya memilih mundur.Sandera KATidak hanya memblokir jalan, warga Desa Siring juga menyandera KA Penataran jurusan Malang-Surabaya.Aksi berawal saat KA ekonomi yang sarat penumpang ini keluar dari Stasiun Porong, tengah berjalan pelan. Tiba-tiba seratusan warga memberhentikan KA itu dengan paksa dan memblokir rel dengan kayu dan besi.Sang masinis pun turun untuk bernegosiasi dengan warga. KA yang sempata berhenti 15 menit itu akhirnya diperbolehkan lewat. Namun, warga mengancam akan memblokir rel KA hingga Lapindo memberikan ganti rugi yang layak.Hingga pukul 09.36 WIB, aksi masih berlangsung. Warga Desa Siring menunggu warga lainnya yang juga menjadi korban keganasan lumpur Lapindo antara lain warga Desa Renokenongo, Desa Kedungbendo dan Desa Jatirejo. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads