Dua Kecamatan di Kabupaten Dairi Sumut Positif Flu Burung

Dua Kecamatan di Kabupaten Dairi Sumut Positif Flu Burung

- detikNews
Rabu, 16 Agu 2006 02:14 WIB
Medan - Virus flu burung di Indonesia tampaknya semakin meluas. Dua kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan positif tertular virus mematikan itu.Ke dua kecamatan itu adalah Sidikalang dan Siempat Nempu. Kecamatan ini berdekatan dengan Kabupaten Karo, yang sebelumnya pernah ditemukan kasus flu burung.Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dairi, Robert Sinaga, di Kecamatan Sidikalang, wilayah yang tertular adalah Kelurahan Sidiangkat. Sedangkan di Kecamatan Siempat Nempu yang terkena adalah Desa Tualang.Kepastian mengenai berjangkitnya virus H5N1 itu berdasar hasil uji laboratorium Balai Veteriner dari Dinas Peternakan Sumut."Sehubungan itu, tengah dipersiapkan upaya sosilisasi demi menghindarkan infeksi antarunggas, termasuk terhadap manusia," kata Robert kepada wartawan, Selasa (5/8/2006) di Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi, sekitar 153 kilometer dari Medan.Menurut Robert, pihaknya terus aktif turun ke lapangan menjemput bola menangani sekaligus mengendalikan dampak virus ini. Model yang diterapkan antara lain vaksinasi terhadap ayam yang sehat, penyemprotan desinfektan, diikuti permintaan agar pemilik ternak membersihkan kandang.Selanjutnya, sembari membawa sampel yang diduga terjangkit, ungas lainnya yang mati segera dimusnahkan dengan cara membakar dan menguburnya dengan lubang galian sedalam-dalamnya.Dikatakan Robert, pemusnahan sudah dilakukan pada Sabtu 12 Agustus di Kelurahan Sidiangkat. Sebanyak 4.525 ekor unggas dari berbagai jenis, seperti ayam, angsa, burung telah dimusnahkan. Para pemilik pun mendapat ganti rugi Rp 12.500 per ekor.Masih dalam upaya menangkal penyebaran virus, Pemerintah Kabupaten telah melarang masuknya kompos dan unggas dari luar daerah. Diprediksi, kotoran berikut bulu, darah dan air liur ayam berpotensi menebarkan virus dimaksud.Pelarangan itu diprediksi akan menyebabkan kelangkaan pupuk yang mengganggu usaha tani. Namun tindakan ini terpaksa ditempuh untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar. (nvt/)


Berita Terkait