Kapolri Tolak Latih Calon Mujahid MMI

Kapolri Tolak Latih Calon Mujahid MMI

- detikNews
Selasa, 15 Agu 2006 20:00 WIB
Jakarta - Rencana Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengirim mujahid ke Libanon menemui jalan terjal. Setelah TNI menolak melatih calon relawan jihadnya, kini giliran Polri berujar serupa.Keinginan MMI untuk mendapatkan pelatihan persenjataan perang dari TNI dan Polri disambut dingin Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Sebab pengiriman mujahid ke Libanon tidak beralasan, karena masyarakat internasional telah menyerukan perdamaian."Kita kan ingin damai, dunia sudah menyerukan damai. Ya, untuk apalagi begitu," cetus Sutanto usai rapat di kantor Menkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8/2006).Sutanto meminta persoalan di Libanon tidak dibawa ke isu agama. Dia beralasan, semua agama mengajarkan perdamaian."Itu bukan konflik agama. Agama kan mengajarkan kedamaian. Agama apapun, ya kan," imbuh mantan ajudan Presiden Soeharto ini.Ditambahkan Sutanto, alasan mendasar penolakan melatih laskar jihad adalah UUD 1945 yang berupaya mewujudkan perdamaian dunia.Permintaan pelatihan ini dilontarkan MMI pada 14 Agustus kemarin. Ketua Bidang Data dan Informasi MMI Fauzan Anshory meminta TNI/ Polri menggembleng milisi jihadnya untuk dapat menggunakan peralatan perang seperti tank dan rudal. (nvt/)


Berita Terkait