Palestina Buka Pintu untuk Tenaga Medis Indonesia

Palestina Buka Pintu untuk Tenaga Medis Indonesia

- detikNews
Selasa, 15 Agu 2006 17:30 WIB
Jakarta - Gencatan senjata Israel-Libanon membawa harapan perdamaian di Timur Tengah. Rencana pengiriman mujahid ke Libanon dan Pelestina mulai kehilangan arti."Kita bicara perdamaian sekarang, bukan meningkatkan perang," ujar Dubes Palestina Fariz Mehdawi di sela seminar Konflik dan Prospek Perdamaian di Timur Tengah di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (15/8/2006). Hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi tersebut Dubes Iran Behruz Kamal Vandi.Palestina dan Libanon, kata Fariz, mempersilakan sukarelawan Indonesia datang ke kedua negara itu. Tapi kedatangan mereka bukan sebagai bala bantuan perang, melainkan sebagai tenaga medis dan tenaga bantuan untuk rekonstruksi."Kami saja yang berperang, kami yang membela diri kami. Tugas Anda mendukung kami," katanya.Dalam kesempatan yang sama Dubes Libanon Hassan Muslimani menjelaskan, peran tentara Libanon sangat terbatas dalam konflik Timur Tengah akibat terlibat perjanjian dengan Israel pada 1949. Dalam perjanjian tersebut Libanon hanya boleh menempatkan 1.500 tentara di selatan Libanon."Oleh karena itu yang lebih terlihat adalah Hizbullah, namun tentara tetap berperan membantu korban perang," kata dia. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait