Bawa Misi Damai, Miskanto Jalan Kaki Keliling Indonesia

Bawa Misi Damai, Miskanto Jalan Kaki Keliling Indonesia

- detikNews
Selasa, 15 Agu 2006 15:12 WIB
Jakarta - Tidak hanya pegal di sekujur tubuh, 9 pasang sepatu dan 2 tas ranselnya bahkan jebol kala Miskanto (43), pria asal Mojokerto, mewujudkan mimpinya keliling Indonesia membawa misi perdamaian.Telapak kaki bengkak, berair, dan terkelupas, menjadi santapan sehari-hari bagi Miskanto yang berjalan kaki sejak 20 Februari 2006.Rute yang ditempuhnya dimulai dari Mojokerto, Bayuwangi, menyeberang ke Bali, menuju Manggarai perbatasan Timor Timur, NTT, Sulawesi yakni Makasasar, Gorontalo, Ujung Pandang, Sorong, Papua, Ambon, Kalimantan melalui Balikpapan, Samarinda, Kepulauan Riau, Sumatera Buton, Pekanbaru, Dumai, Medan, Banda Aceh, Padang, hingga Sabang, Lampung, Banten, dan Jakarta.Untuk menyeberangi antarpulau, Miskanto pun menggunakan kapal Pelni. Nah, misi perdamaian itu disampaikan kepada setiap pejabat yang ditemuinya mulai dari bupati, wakilota, gubernur, kapolres dan kapolda.Selama di perjalanan, Miskanto mengaku hidup dari belas kasihan orang. Tidur pun menumpang di musala, kantor polisi, sampai markas anak-anak Mapala."Saya lihat di televisi, negara kita penuh konflik dan tindak kekerasan kriminal, saya harus jalan kaki ke Indonesia mempromosikan perdamaian," kata bapak dua anak ini di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Selasa (15/8/2006).Setiba di Jakarta sebagai kota tujuan, Miskanto memiliki harapan bertemu dengan Presiden SBY pada tanggal 17 Agustus mendatang di Istana Merdeka."Saya mau minta tolong Komnas HAM supaya dapat ikut menghadiri upacara 17 Agustus di Istana. Kalau bertemu Presiden SBY, saya minta SBY menegakkan perdamaian untuk seluruh rakyat Indonesia dan membuat UU hukuman mati bagi koruptor," terangnya.Selain itu, lanjut pria berpostur kurus dan berkulit hitam ini, akan meminta memo dari Presiden SBY agar dapat berkeliling Asia.Miskanto pun bersedia berbagi kisah perjalanannya. Kejadian 'aneh' pun sempat mewarnai perjalanannya. Kala menyeberangi Hutan Bajulmati, Banyuwangi, tiba-tiba ada cahaya terang. Dia pun bergegas mengikuti cahaya yang berhenti di sebuah pohon. Setelah diperiksa olehnya, ada sebilah keris menancap di pohon jati."Ini kerisnya," kata Miskanto menunjukkan keris yang dibungkus Bendera Merah Putih.Tekad Miskanto ini didukung penuh istrinya Atik (42) serta kedua putrinya Lulu (15) dan Devi (11). Selama ditinggal Miskanto 'mengembara', keluarganya pun mendapat bantuan dari pemerintah daerah Mojokerto sebesar Rp 500 per bulan. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads