Intelijen Kayak Coca Cola, RUU Tidak Efektif

Intelijen Kayak Coca Cola, RUU Tidak Efektif

- detikNews
Selasa, 15 Agu 2006 12:09 WIB
Jakarta - Intelijen bak coca-cola dan ada di mana-mana, bisa di media, teater, ilmu pengetahuan. Bahkan ada juga di perangko dan materai. Untuk itu, perlu sub komisi DPR yang mengawasi badan intelijen."Sekarang ini intelijen itu berada di mana-mana, bisa masuk ke media, teater, ilmu pengetahuan, seperti coca cola ada di mana-mana. Intelijen juga hadir di hal-hal sepele seperti perangko, materai karena itu luput pengawasan terhadap badan ini," kata pengamat militer Andi Widjajanto.Hal ini disampaikan dia di sela-sela diskusi di Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2006).Menurut dia, perlu dibentuk sub komisi intelijen dalam DPR sehingga menghadirkan pengawasan.Nemun demikian, Andi menilai RUU Intelijen yang diajukan pemerintah pada bulan Maret lalu bukan yang demokratis, dan tidak membuat intelijen menjadi efektif karena masih banyak hal yang diperbaiki.Misalnya pasal 12, yaitu kewenangan intelijen melakukan penangkapanwalaupun pasal berikutnya kewenangan itu terbatas untuk terorisme, makar, atau pun separatisme."Tetapi jelas-jelas itu bertentangan dengan KUHP. Yang berwenang melakukan penangkapan hanya reserse dan aparat kepolisian," ujarnya.Bisnis utama intelijen, lanjutnya, di informasi bukan suatu unit yang bisa melakukan penangkapan.Anggota Komisi I DPR AS Hikam menyatakan sub komisi untuk mengawasi intelijen tidak dikenal dalam DPR, melainkan working group."Yang saya setuju, adanya komisi tetap atau tim overside intelijen karena bentuk ini ada di negara mana saja di dunia. Kalau di Amerika namanya komisi terpilih, terdiri dari komisi lain dan syaratnya anggotanya mengerti intelijen," terang Hikam. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads