Peringatan 1 Tahun MoU Helsinki Diyakini Tidak Akan Rusuh
Selasa, 15 Agu 2006 10:43 WIB
Banda Aceh - Puluhan ribu orang berpawai dan berunjuk rasa mengelilingi kota Banda Aceh memperingati 1 tahun ditandatanganinya MoU Helsinki. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NAD yakin peringatan itu tidak akan berujung pada kerusuhan. Pawai dan unjuk rasa itu juga diyakini didasarkan niat memelihara perdamaian yang telah dicapai."Prediksi kita tidak terjadi kerusuhan, sepanjang tidak ada pihak-pihak yang memprovokasi," ujar Sekretaris Daerah NAD Husni Bahri di Pendopo Gubernur NAD, Banda Aceh, Selasa (15/8/2006).Berdasar laporan yang dia terima, ribuan warga Aceh yang datang berasal dari berbagai daerah yang merupakan basis pendukung GAM, seperti Pidie dan Biereun. Kedatangan mereka adalah untuk memperingati 1 tahun perdamaian di Aceh dengan doa bersama.Husni juga menanggapi adanya spanduk-spanduk yang berisi tuntutan dilakukannya revisi UU Pemerintahan Aceh sebagai sesuatu yang wajar. Hal itu tidak lebih dari sekadar ungkapan aspirasi dan harapan warga agar perjalanan Aceh jauh lebih baik.Berdasar pantauan detikcom, konsentrasi massa terpusat di Masjid Baiturrahman sejak tadi malam. Sementara puncak peringatan detik-detik satu tahun penandatanganan MoU Helsinki akan berlangsung sore nanti di pantai Ullee Lheu. Sementara itu Wapres Jusuf Kalla beserta romobongan tidak dijadwalkan berkunjung ke Masjid Baiturrahman. Hingga saat ini warga pun belum terlihat bergerak menuju Pantai Ullee Lheu.
(fjr/)











































