Surat dari Jepang: Selama 5 Tahun, Baru Sekali Mati Listrik
Selasa, 15 Agu 2006 09:55 WIB
Jakarta -
Mati listrik di Indonesia? Itu mah bak makan obat, sehari 3 kali. Tapi di Jepang? "Selama 5 tahun tinggal di Jepang, saya belum pernah sekali pun mengalami listrik padam," cerita Suharyanto, WNI yang sedang menempuh studi S3 di Saitama University Japan. Maklum, sistem kelistrikan Jepang selama ini dikenal sangat handal, apalagi di Tokyo.Alhasil, ketika Jepang dilanda mati listrik pada Senin 14 Agustus kemarin, sungguh hal yang sangat mengagetkan bagi Suharyanto. "Kejadian kemarin sangat mengejutkan, karena secara tiba-tiba listrik padam atau blackout tanpa pemberitahuan sebelumnya di jantung kota Tokyo dan sekitarnya," tulis staf pengajar Teknik Elektro UGM yang dalam surat elektroniknya pada detikcom, Selasa (15/8/2006).Suharyanto menuturkan, seperti dilaporkan oleh Yomiuri Shinbun dan TV NHK, listrik padam tersebut menimpa 1,39 juta rumah dan perkantoran. "Sebuah peristiwa listrik padam yang cukup besar bagi negeri matahari terbit itu," komentar Suharyanto.Perusahaan listrik setempat, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) menyebutkan bahwa saluran transmisi listrik bertegangan 275 kilovolt putus 3 line dari 6 line yang ada, karena dihantam crane sebuah perahu kontruksi yang melintas di sungai antara Edogawa (Tokyo) dan Urayasu city (propinsi Chiba) sekitar pukul 7.30 pagi waktu setempat (5.30 WIB). Kerusakan saluran transmisi tersebut menghentikan pasokan listrik ke 23 distrik (ward) jantung kota Tokyo, Urayasu City, Ichikawa City, Yokohama City dan Kawasaki City. Akibatnya, sebagian besar kereta listrik dan kereta bawah tanah (subway) di kota-kota tesebut terganggu, menghentikan suplai air dan mematikan lampu lalu lintas. Dilaporkan bahwa setidaknya 71 lift macet karena suplai listrik terputus dan menjebak para penggunanya, serta beberapa layanan perusahaan telepon seluler terganggu karena 223 BTS (Base Station Subsystem) mati. Bahkan perdagangan saham di Tokyo Stock Exchange (Bursa Efek Tokyo) juga terganggu oleh pemadaman listrik ini. Semula, listrik untuk operasional bursa efek terbesar di Asia tersebut disuplai dari genset yang mereka miliki. Namun pada pukul 13:26 waktu setempat (11:26 WIB) update TOPIX index tiba-tiba terhenti gara-gara genset tersebut juga macet. Menurut TEPCO, perusahaan listrik setempat, saluran transmisi yang rusak tersebut merupakan suplai listrik utama ke wilayah Tokyo Metropolitan yang berasal dari pembangkit listrik di Provinsi Chiba. Sebenarnya, konstruksi saluran transmisi tersebut terdiri atas 2 macam saluran, yaitu saluran utama dan saluran cadangan. Saluran cadangan berada sejajar bersebelahan dengan saluran utamanya. Sayangnya, kawat penghantar pada saluran utama maupun cadangannya terputus sehingga blackout pun tidak dapat terhindarkan. Di Tokyo Metropolitan, kejadian listrik padam kali ini merupakan yang kedua kalinya semenjak listrik wilayah itu dikelola oleh TEPCO pada tahun 1951. Sebelumnya listrik padam dalam skala lebih besar terjadi pada tanggal 23 Juli 1987 akibat pembangkit listrik kelebihan beban (over load). Saat itu, listrik padam dialami oleh 2,8 juta rumah dan perkantoran dengan kerugian ekonomi ditaksir mencapai 1,8 triliun yen atau 135 triliun rupiah (untuk kurs 1 yen = Rp 75,00). Foto: Calon penumpang membaca pengumuman tentang penundaan KA di Stasiun Tokyo Senin kemarin akibat mati listrik (sumber: Mainichi Daily News)
(nrl/)










































