TNI Tolak Latih Calon Relawan Jihad ke Libanon
Selasa, 15 Agu 2006 09:35 WIB
Jakarta - Permintaan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) agar TNI dan Polri melatih calon relawan jihad ke Libanon mengendarai tank dan memakai rudal tidak akan terkabul. Alasannya, Mabes TNI mengaku tidak memiliki kewenangan melatihnya."TNI tidak akan melatih masyarakat atau kelompok orang untuk itu. Kagiatan-kegiatan seperti itu, TNI tidak punya kewenangan," jelas Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Laksamana Muda TNI Mohammad Sunarto Sjoekronoputra, yang dihubungi detikcom, Selasa (15/8/2006).Menurut Sunarto, TNI sesuai UU Pertahanan No 3/2003 hanya diminta melatih masyarakat atau warganegara guna dipersiapkan sebagai komponen cadangan atau pendukung. "Itu kapasitas TNI dalam UU Pertahanan terkait dengan bela negara, selain itu tidak diperkenankan," tegasnya.Sementara mengenai pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB, dijelaskan Sunarto, hingga kini TNI masih menunggu perintah. TNI sendiri telah mendapat sinyal untuk pengiriman pasukan. "Sekarang persiapan terus dimantapkan baik logistik, peralatan dan personelnya," kata Sunarto.Begitu juga dengan persiapan kerjasama teknis pasukan perdamaian dengan Angkatan Tentara Malaysia dan Angkatan Diraja Brunei Darussalam. Pasukan ketiga negara ini memang diberangkatkan tidak dalam satu komando, tapi hanya koordinasi di lapangan.
(zal/)











































