Korban Lumpur Lapindo Mulai Terserang Penyakit
Selasa, 15 Agu 2006 02:10 WIB
Sidoarjo - Setelah lima hari bertahan di tempat pengungsian Balai Desa Kedung Bendo, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, warga korban luberan lumpur panas lapindo mulai terserang penyakit muntaber dan sesak nafas.Selama pengungsian, ratusan warga ini tidur di aula balai desa dengan menggunakan alas tidur ala kadarnya. Sedangkan bagi anak-anak, mereka menempati beberapa ruangan yang ada di balai desa tersebut."Mulai kemarin, perut saya terasa mules-mules. Bahkan, yang lain ada juga yang sesak nafas," Kata warga RT 2 Desa Kedung Bendo, Hariyono, kepada wartawan,Senin(14/8/2006).Hingga hari ini, warga pengungsi yang dirawat di posko kesehatan yang ada di Balai Desa Kedung Bendo mencapai sekitar 40 orang. Keluhan yang mereka rasakan, selain sakit perut juga sesak nafas."Yang datang ke posko kesehatan selain mengeluh sakit perut, ada juga yang mengeluhkan kepala pusing dan sesak nafas. Namun semuanya tidak ada yang sampai rawat inap," Ujar salah seorang petugas kesehatan.Sekitar 125 Kepala Keluarga (KK) Desa Kedung Bendo yang mengungsi ini terdiri dari warga RT 1 dan RT 2. Mereka menolak saat akan di pindah ke tempat penampungan pengungsi di pasar baru porong oleh pihak satkorlak."Bagi kami, mengungsi di mana saja sama. Soalnya saat ini kita sudah menderita gara-gara rumah kami dibanjiri Lumpur. Yang penting, kami secepatnya diberi uang sewa rumah agar kami bisa hidup layak lagi," Harap Hariyono.
(ahm/)











































