23 Agustus Semburan Lumpur Bisa Dihentikan
Senin, 14 Agu 2006 23:18 WIB
Sidoarjo -
Upaya PT Lapindo Brantas mematikan semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo dengan menggunakan cara side tracking diperkirakan dapat diatasi 23 Agustus mendatang. Proses penghentian semburan lumpur liar ini dilakukan oleh Tim I penghentian semburan lumpur panas yang terdiri dari Kementerian ESDM, BP Migas dan Lapindo Brantas."Kita optimis semburan lumpur akan berhasil dihentikan antara 22 - 23 Agustus Mendatang," Kata Ketua tim independent pengehentian semburan lumpur Kementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, kepada wartawan di lokasi snubbing unit, Senin (14/8/2006).Menurutnya, proses mematikan semburan lumpur akan dimulai malam ini, dengan menggunakan skenario kedua side tracking (pengeboran menyamping)."Penghentian semburan Lumpur akan mudah dimatikan oleh Tim I apabila pusat semburan itu berada di kedalaman 6.150 hingga 8.500 feet," Ungkapnya.Dengan begitu, penghentian semburan Lumpur ini akan lebih cepat satu minggu dari yang kita janjikan pada Presiden. Asalkan dalam pelaksanaannya nanti, tidak akan ada gangguan maupun hal teknis lainnya.Untuk melakukan penghentian semburan lumpur panas, Tim I yang terdiri dari Kementerian ESDM, BP Migas dan Lapindo menggunakan 3 skenario. Skenario pertama adalah dengan menggunakan snubbing unit, skenario kedua dengan cara side tracking (pengeboran menyamping) dan skenario ketiga adalah relief well (pengeboran miring).Hingga memasuki hari ke 76 ini, Semburan Lumpur panas lapindo saat ini telah menggenangi lebih dari 142 Hektar tanah dan mengancam sekitar 615 Hektar area persawahan yang berada di lima desa. Keempat desa itu antara lain, Desa Siring, Desa Jatirejo, Desa Reno Kenongo, Desa Kedung Bendo serta Desa Besuki.Sedangkan 9.477 jiwa dari empat desa saat ini harus hidup dalam pengungsian.19 pabrik harus berhenti beroperasi dan 1.873 karyawan diliburkan. Karena pabrik yang berada di Jalan Raya Jatirejo dan sebagian di Desa Kedung Bendo saat ini sudah ditenggelamkan luberan lumpur panas lapindo.Sementara itu, upaya PT. lapindo untuk mengatasi luberan Lumpur ke rumah penduduk hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Batalyon Zipur V Kepanken, Malang dengan terus meninggikan tanggul-tanggul yang berada di sekitar Desa Jatirejo, Desa Siring dan sebagian di Desa Besuki. Hingga saat ini ketinggian tanggul sudah mencapai sekitar 4 Meter.
(ahm/)










































