Pertemuan Komisi I-Panglima TNI di Cilangkap Dikritik
Senin, 14 Agu 2006 19:06 WIB
Jakarta - Kedatangan sejumlah anggota Komisi I ke markas besar TNI di Cilangkap untuk membahas kasus Koesmayadi menuai protes. Anggota Komisi I yang tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut, Yuddy Chrisnandi menilai pertemuan itu sebagai trik lama Panglima TNI untuk mengatasi persoalan."Saya menyesalkan, kenapa pertemuannya di Mabes TNI. Padahal hasil laporan perkembangan kasus Koesmayadi harus resmi disampaikan ke DPR sesuai hasil rekomendasi raker Komisi I," kata Yuddy dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta, Senin (14/8/2006).Yuddy menambahkan, undangan Panglima TNI kepada Komisi I DPR merupakan paradigma lama yang masih berkembang. Jadi hal ini harus direformasi."TNI masih menggunakan paradigma lama. Masih suka memanggil-manggil orang. Posisi DPR kan hanya menghargai undangan," jelas politisi asal Golkar ini.Menurut dia, seharusnya anggota komisi pertahanan itu menunggu laporan dari Panglima TNI terkait kasus Koesmayadi. Apalagi lanjut dia, saat ini DPR sedang masuk masa reses.Sebelumnya Senin 14 Agustus siang sekitar pukul 11.00-13.30 WIB, anggota Komisi I DPR berkunjung ke Mabes TNI di Cilangkap untuk memenuhi undangan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto guna membahas perkembangan kasus Koesmayadi.
(ahm/)











































