Relawan Jihad Mengaku Tak Tahu Kondisi Libanon Sesungguhnya
Senin, 14 Agu 2006 17:44 WIB
Jakarta - Puluhan orang mendaftar untuk berjihad ke Libanon. Sayangnya, ada di antara mereka yang cuma modal nekat. Mereka tidak tahu bagaimana sesungguhnya kondisi Libanon.Setidaknya hal itu tercermin dalam perbincangan detikcom dengan salah satu relawan yang akan berangkat ke Libanon di markas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jakarta, Jl Pahlawan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Senin (14/8/2006).Abudhia (32), mengaku tidak tahu persis bagaimana kondisi Libanon sesungguhnya. Baik soal keadaan alam maupun komposisi muslim dan non-muslim di sana."Wah saya nggak tahu itu, tanya ustadz saja," kata Abudhia sambil menggelang-gelengkan kepala dan mengangkat kedua tangannya.Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini mengatakan, modalnya pergi ke Libanon cuma satu, membela agama Allah. Keyakinan itu pula yang dia tanamkan kepada keluarga besarnya yang semula melarang Abudhia berjihad. Perkenalannya dengan MMI bisa dibilang lumayan lama. Dia bergabung dengan organisasi ini sejak enam tahun lalu. Berbagai kegiatan, seperti pengajian, dia ikuti. Semua itu membuat keyakinannya untuk membela agama Islam semakin kuat.Dia pun tidak ragu-ragu lagi jika terpaksa harus meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil-kecil. Dia yakin, apa yang dilakukannya ini akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Tuhan."Saya tidak takut mati. Jika mati syahid, kelak saya bisa mengajak istri dan anak saya masuk surga," ujar lulusan sebuah SMA di Cengkareng ini.Selama berbincang-bincang, Abudhia tidak mau memperlihatkan wajahnya. Muka lelaki ini tertutup rapat oleh kafiyeh (kain penutup kepala yang biasa digunakan pria Timur Tengah)."Ini untuk keamanan saja kok," ujar Abudhia saat ditanya mengapa dia menyembunyikan wajahnya itu.
(djo/)











































