Jenazah Ardian Diotopsi
Senin, 14 Agu 2006 17:27 WIB
Makassar - Polisi terus mengusut kematian Ardian (9), bocah kelas empat SD yang ditemukan tewas di halaman rumahnya, dengan tali rafia terjerat di lehernya. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, jenazah Ardian diotopsi. Hingga kini, Senin (14/12/2006) sore, otopsi jenazah Ian masih dilakukan oleh tim dokter dari RS Bahayangkara. Bila otopsi selesai sore ini, pihak keluarga akan segera memakamkan jenazah Ardian. Sejak Senin pagi, sejumlah pelayat mendatangi rumah kediaman orangtua Ardian di Jl. Hertasning Raya No 16, Makassar. Puluhan teman sekelas Ardian di SD Kassi-kassi, Makassar, juga tampak melayat. Begitu juga dengan sejumlah gurunya. "Saya teman dekat Ian. Namanya Muhammad Ardian. Nama saya, hampir sama dengan dia. Selama ini, Ian termasuk anak pendiam," tutur Erdiansyah Pratama (9), teman sekelas Ardian. Ian meninggal pada Minggu (13/8/2006) sore. Dugaan sementara, Ian tewas akibat gantung diri di sebuah tiang halaman rumahnya. Ayah kandungnya, Hein Kaluku, yang menemukan pertama kali Ian sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan meninggal, di leher Ian memang terpasang tali rafia. Namun, alat bukti ini cukup janggal, karena tali rafia itu begitu tipis. Polisi masih terus mengusutnya. Sementara kakak kandung Ardian, Nanda Mashita (15) meyakini adiknya meninggal bukan karena gantung diri.
(asy/)











































