Mega: Saya Sejak Lahir Procot Sudah Anak Presiden

Mega: Saya Sejak Lahir Procot Sudah Anak Presiden

- detikNews
Senin, 14 Agu 2006 17:12 WIB
Bantul - Ketua Umum DPP PDIP Megawati mengatakan, dibandingkan dengan anak-anak mantan presiden lainnya, anak-anak Soekarno sejak lahir sudah menyandang nama sebagai anak presiden. Hanya saja setelah bapaknya tidak berkuasa dan meninggal dua, semua keluarganya dilarang untuk ikut berbagai kegiatan dan pendidikan.Cerita itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan acara penyerahan bantuan satu unit bangunan pelayanan kesehatan dan rumah bagi korban gempa di Desa Bawuran Kecamatan Pleret, Bantul Senin (14/8/2006)."Betul saya ini anak presiden, karena saat lahir ayah saya sudah jadi presiden," kata Mega saat menceritakan sebagian kisah hidupnya di hadapan ratusan warga yang hadir siang itu."Begitu saya lahir procot, langsung sudah dikawal pengawal presiden," imbuhnya disambut senyum para hadirin. Hal itu yang membedakan dibandingkan dirinya dengan anak-anak presiden lainnya. "Mereka itu jadi anak presiden setelah bapaknya jadi presiden," kata istri Taufiq Kiemas ini."Tahu nggak saya lahir di Yogyakarta?" tanya Mega kepada hadirin. Hadirin menjawab kompak,"Tahuu..." Mega bertanya lagi,"Di mana?" Hadirin ada yang menjawab di Malioboro, dsb.Mega meluruskan bahwa dia lahir di Gedung Agung, saat ibukota RI pindah dari Jakarta ke Yogyakarta tahun 1947. Mega juga menceritakan, setelah bapaknya tidak menjadi presiden, dirinya dan anggota keluarga lainnya banyak mendapat tekanan dari pemerintahan Soeharto."Anak-anak Soekarno seperti saya itu tidak boleh sekolah yang tinggi, tidak boleh ada yang pinter biar bodoh semuanya," ujar putri Soekarno ini.Meski sekolahnya tidak sampai tinggi, kata mantan presiden RI itu, dirinya masih bisa terjun ke dunia politik namun juga mendapat banyak halangan. Namun hal itu tidak menjadi masalah dan justru semakin mematangkan langkah saat terjun ke dunia politik."Saya ini paling lama jadi ketua umum partai 10 tahun dan 10 tahun jadi anggota DPR. Sama seperti Bang Akbar Tandjung. Tapi kalau ketua umum partai sekarang kan belum lama semuanya," katanya. Oleh karena dia sudah berpidato cukup lama sekitar satu jam, Mega pun kemudian mengakhiri pidatonya itu. "Saya akhiri dulu pidato saya ini. Saya sudah cukup banyak bercerita, kalau disuruh bercerita tak bisa berhenti, bisa lama sekali. Dan karena sudah banyak yang melihat jam tangan terus, saya akhiri dulu," demikian Mega. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads