Menkes Berkaca-kaca Lihat Kondisi Bayi Berkepala Dua
Senin, 14 Agu 2006 16:49 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menjenguk Syafitri, bayi berkepala dua, yang kini dirawat di RS Pelni. Matanya tampak berkaca-kaca."Anaknya cantik-cantik sekali," ungkap Menkes di RS Pelni, Jalan KS Tubun, Jakarta, Senin (14/8/2006).Menkes yang ditemani Sesditjen Pelayanan Medik Depkes dan staf ahlinya tiba di RS Pelni sekitar pukul 15.25 WIB. Begitu tiba ia langsung menuju ruang perawatan Syafitri. Ia sempat berbincang-bincang dengan tim dokter dan memandangi wajah Syafitri dengan rasa haru.Usai menjenguk Syafitri di ruang perawatan, Menkes menuturkan, kasus kembar siam variasi ini merupakan kasus langka yang jarang terjadi di dunia. Karena itu, pemerintah akan mengupayakan semaksimal mungkin proses perawatannya. "Yang saya tekankan upaya semaksimal mungkin sejauh ilmu yang bisa kita capai dan iptek yang bisa kita bawakan," ujarnya.Keluarga Syafitri juga tidak perlu khawatir dengan biaya perawatan bayi kembar itu. "Semua ditanggung Pemda, kalau masih kurang pemerintah pusat juga siap untuk membantu," janjinya.Mengenai kemungkinan melibatkan tim dokter dari luar negeri, ia menyatakan, karena ini kasus langka, kalau perlu tim dokter bisa melibatkan pihak dari luar. "Tapi itu tergantung dari tim yang menangani saat ini, kalau dirasa perlu silakan. Kita berdoa saja semoga bisa mendapatan yang terbaik untuk anak ini," tuturnya.Sementara ketua tim dokter RS Pelni yang menangani kasus Syafitri, dokter Ketut Lila Murti, menuturkan, kondisi Syafitri saat ini relatif sama dengan kondisi sehari sebelumnya.Soal operasi untuk Syafitri yang mengalami kelainan jantung, ia mengatakan, belum berpikir ke arah itu. Sebab Selasa besok, tim dokter yang lebih besar yang merupakan gabungan tim dokter RSCM dan RS Jantung Harapan Kita baru akan menentukan langkah lebih lanjut."Setelah semua tim dokter berkumpul baru kita putuskan langkah selanjutnya," ujar Ketut.
(umi/)











































