Rebutan Lahan, Warga Bentrok dengan Satpam Kampus UNRI

Rebutan Lahan, Warga Bentrok dengan Satpam Kampus UNRI

- detikNews
Senin, 14 Agu 2006 15:07 WIB
Pekanbaru - Puluhan warga terlibat bentrokan dengan Satpam Kampus Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru. Persoalan ini dipicu saling mengklaim lahan seluas 121 hektar. Bentrokan ini terjadi Senin (14/8/2006) sekitar pukul 12.00 WIB di areal tanah kosong milik Kampus UNRI Panam, Pekanbaru. Sekitar 40 warga mencoba menghalau Satpam UNRI yang berjaga di lahan kosong tersebut. Lahan itu sendiri selama sebulan ini dikelola masyarakat sebagai tempat penambangan pasir darat. Kedatangan warga yang mencoba mengusir mendapatan penentangan dari pihak Satpam UNRI. Akhirnya, sekitar 30 Satpam terlibat bentrok dengan warga. "Kasus ini tengah ditangani aparat kepolisian. Laporan yang saya terima, hanya satu warga yang mengalami luka ringan. Kini lahan sengketa itu sudah dijaga aparat keamanan," kata Pembantu Rektor II UNRI, Yohanes, pada detikcom. Yohanes menceritakan, lahan 121 hektar yang menjadi sengketa itu sudah berlangsung lama. Lahan itu sendiri dibeli kampus dari masyarakat sejak tahun 1980 silam. Kini lahan untuk perluasan kampus itu sudah memiliki sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru. "Belakangan, masih ada warga yang mengklaim lahan tersebut milik mereka. Warga mengaku mereka belum pernah mendapat ganti rugi. Alasan inilah sehingga Pemerintah Provinsi Riau membuat keputusan lahan itu distatus qou-kan," kata Yohanes. Karena lahan berstatus quo, lanjut Yohanes, mestinya kedua belah pihak tidak melakukan aktivitas apa pun di lahan sengketa itu. Tapi imbauan ini tidak dituruti warga. Malahan, warga melakukan penambangan pasir darat di lokasi ini. "Itu sebabnya kita menempatkan 30 Satpam di lokasi tersebut. Kita menginginkan selama lahan masih berstaus quo, tidak ada pihak yang melakukan aktivitas di sana," kata Yohanes. (nrl/)


Berita Terkait