Presiden SBY:
Kita Punya More Peace di Aceh
Senin, 14 Agu 2006 11:56 WIB
Jakarta - Tidak terasa sudah setahun kesepakatan damai ditandatangani RI-GAM. Pemerintah berjanji akan mempertahankan perdamaian abadi di Aceh."Setahun setelah MoU Helsinki kita memiliki more peace, bukan less peace di Aceh," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya dalam konferensi internasional "Membangun Perdamaian Permanen di Aceh: Setahun Setelah Kesepakatan Helsinki," di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (14/8/2006).Menurut SBY, perdamaian di Aceh mengajarkan, sesulit apapun konflik, pasti dapat diselesaikan. Setelah Aceh berdamai, mantan anggota GAM kini sudah berbaur, salat dan menonton Piala Dunia bersama masyarakat."Perdamaian Aceh tidak akan terjadi jika kita tunduk pada sikap sinis dan gampang menyerah," ujar dia.Ditambahkan dia, tantangan pemerintah kini adalah mewujudkan sebuah perdamaian abadi di Aceh. Perdamaian abadi membutuhkan kepemimpinan politik masyarakat Aceh yang akan diwujudkan dalam Pilkada Aceh dalam waktu dekat."Sebagai hasil perdamaian di Aceh, Indonesia saat ini lebih utuh bersatu, solid dan damai," ujarnya.SBY menambahkan, rakyat Aceh kini memetik dari buah perdamaian. "Rakyat Aceh dapat menjadi inspirasi bagi dunia kita yang tengah bergejolak di Libanon, Pakistan, Srilangka, Sudan, Irak, Afghanistan dan Nepal," ujarnya.
(san/)











































