Israel Sahkan Gencatan Senjata

Israel Sahkan Gencatan Senjata

- detikNews
Senin, 14 Agu 2006 08:06 WIB
Beirut - Kabinet Israel mengesahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta gencatan senjata di Libanon Selatan, yang dimulai pada hari ini.Kabinet Israel memberikan suara 24-0 dengan satu abstein untuk menerima resolusi PBB, yang sebelumnya mendapatkan dukungan dari pemerintah Libanon serta dukungan bersyarat dari pemimpin Hizbullah, Sheikh Hassan Nasrallah.Menteri Luar Negeri Israel Tzivi Livni kemudian menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan keluar dari Libanon sampai pasukan internasional ditempatkan di sana.Gencatan senjata Israel dan kelompok gerilyawan Hizbullah akan mulai berlaku pada pukul 12.00 WIB hari ini.Namun Israel mengatakan tentaranya tidak akan keluar dari Libanon Selatan sampai pasukan penjaga perdamaian tiba. Perang antara kedua pihak yang bertikai pun masih terjadi dengan dahsyat. Hizbullah mengatakan pihaknya berhak melanjutkan serangan sampai tentara Israel meninggalkan Libanon. PBB menegaskan diperlukan waktu sekitar 10 hari untuk menempatkan pasukan penjaga perdamaian.Israel sudah menegaskan, pihaknya akan mempertahankan pasukan di dalam wilayah Libanon sampai pasukan PBB datang dan proses itu mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu.Sejumlah pesawat Israel tampak masih melakukan pemboman di kota Tyre, yang berada di selatan Libanon. Sejumlah SPBU dibom sehingga menyebabkan asap tebal menjulang ke udara.Dewan Keamanan PBB hari Jumat secara aklamasi menerima resolusi, yang dirancang untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung empat pekan. Sekjen PBB Kofi Annan mengaku sangat puas dengan gencatan senjata, tapi menambahkan lebih baik pertempuran berhenti saat ini.Annan mengatakan, PBB akan bekerja sama dengan pemerintah Libanon dan Israel untuk memastikan gencatan senjata bertahan. Gencatan senjata ini disambut oleh Iran, salah satu pendukung utama Hizbullah. Teheran menggambarkan resolusi itu timpang, sebab tidak mengecam Israel atas tindakan-tindakannya di Libanon.Sheikh Hassan Nasrallah mengatakan, Hizbullah akan mengikuti resolusi, tapi memiliki hak alamiah untuk melawan militer Israel sepanjang ada gerakan militer Israel, agresi Israel di lapangan dan serdadu Israel menduduki wilayahnya. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads