Bayi Kembar Syafitri Alami Kelainan Jantung Multikompleks
Minggu, 13 Agu 2006 20:36 WIB
Jakarta - Hasil pemeriksaan terbaru terhadap bayi kembar Syafitri diketahui bayi itu memiliki kelainan jantung yang multikompleks. Selain itu, juga mengalami persoalan di paru-paru dan saluran pencernaan sehingga sangat sulit menerima makanan dari mulut. Untuk itu bayi Syafitri masih diberi oksigen dan infus. "Kondisi jantung bayi multikompleks kongenital anomali. Ini akan dibahas lebih lanjut dengan tim RSCM dan RS Jantung Harapan Kita," kata Ketua Tim Dokter Dr Ketut Lila Murti dalam keterangan persnya di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (13/6/2006).Menurut Ketut, tim dokter akan mengupayakan langkah-langkah terbaik untuk bayi karena dari segi etika kedokteran semua cipataan Tuhan harus diselamatkan. Apalagi Indonesia belum meratifikasi UU tentang euthanasia. "Kita akan berupaya sebaik mungkin agar bayi dapat bertahan," urainya.Kemungkinan nasib bayi ke depan? Ketut belum bisa memprediksikan karena kejadian seperti ini baru pertama kali di dunia. Namun melihat kompleksitas yang dihadapi, kemungkinan terburuk adalah meninggal dunia."Yang persis seperti ini baru pertama di dunia. Tahun 2001 pernah terjadi hal serupa di London. Badan satu kepala dua, dua dada, dua tangan dan kaki empat. Namun 3 bulan meninggal dunia," urainya.Selain kelainan-kelainan itu, bayi ini juga mengalami kelainan alat cerna (usus) sebagian masuk rongga dada melalui sekat rongga dada. Dan bayi ini tidak memiliki anus. Makanya tindak lanjutnya pihak RS Pelni akan koordinasi dengan tim dokter RSCM dan RS Jantung Harapan Kita.Kondisi bayi saat ini baik, namun berat bayi menurun bahkan bisa bergerak-bergerak. Berat badan bayi menurun sekitar 20 gram.
(mar/)











































