NU Paling Konsisten Mundur

NU Paling Konsisten Mundur

- detikNews
Minggu, 13 Agu 2006 20:08 WIB
Semarang - Kemajuan adalah harapan banyak orang. Namun, NU sebaliknya. Dari waktu ke waktu, organisasi keagamaan ini justru paling konsisten mengalami kemunduran. Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi menyatakan, pada tahun 1900-an, 90 persen penduduk Indonesia adalah nahdliyin. Sepuluh tahun ke depan, jumlahnya bisa jadi hanya 10 persen dari penduduk Indonesia. "Dengan kondisi demikian, mitos kebesaran NU patut dipertanyakan lagi. Penyusutan nahdliyin ini jadi tantangan kita semua," kata Masdar di hadapan 3000-an nahdliyin dalam acara peringatan Ultah Ponpes Girikesumo di Desa Girikusumo, Kec. Mranggen, Demak, Minggu (13/8/2006). Masdar menyebutkan, berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2004, orang yang mengaku sebagai NU hanya sekitar 41 persen. Jumlah itu diprediksikan akan terus menurun. Direktur P3M (Pusat Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat) ini menyitir beberapa kronik sejarah dimana posisi NU memegang peranan penting dalam kemerdekaan bangsa. Saat kemerdekaan telah dicapai dan Belanda masih berada di Indonesia, sejumlah ulama berkumpul di Ponpes Tebu Ireng Jombang. Mereka menyatakan, perang meraih kemerdekaan adalah jihad. "Satu bulan setelah resolusi jihad dikumandangkan, perlawanan rakyat bergelora di Surabaya. Kalau tidak diilhami resolusi ulama, mungkin semua itu tak akan terjadi," katanya. Pengalaman sejarah itu tak meninggalkan apa pun. Bahkan secara kontinyu dan konsisten NU terus mengalami kemunduran. Karena itu, lanjut Masdar, warga nahdliyin diharapkan segera menyadari posisinya. Pernyataan Masdar di atas terang saja membuat 3000-an warga nahdliyin tercenung. Tak banyak sorak-sorai tanda kemenangan seperti saat Muhaimin Iskandar memberi sambutan. Beberapa petinggi PKB dan NU hadir dalam acara tersebut. (mar/)


Berita Terkait