Dana Reintegrasi Mantan GAM Tertunda Hingga September
Minggu, 13 Agu 2006 17:20 WIB
Takengon - Tertundanya dana reintegrasi bagi para mantan anggota GAM lebih disebabkan proses administrasi yang bermasalah di Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Pemerintah pusat sudah mencairkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk periode 2007."Kelihatannya tidak bisa cair bulan ini. Mungkin baru akhir September nanti," ujar Bupati Aceh Tengah Syahbuddin. Hal ini diungkapkannya kepada wartawan usai acara dialog yang batal dilaksanakan antara warga Aceh dengan para penandatangan MoU Helsinki Di Gelanggang Olah Seni, Takengon, Aceh tengah, Minggu (13/8/2006).Diakuinya untuk tahun ini masih banyak para mantan anggota GAM yang belum menerima dana kompensasi yang disepakati dalam MoU Helsinki itu.Tapi Syahbuddin menegaskan dana itu sudah berada di BRA. Pemerintah pusat sudah menyerahkan dana itu melalui perwakilan GAM yang ada di BRA. Jumlah dana untuk tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 306 miliar. "Mungkin permasalahannya ada di adalam proses administrasi BRA itu sendiri sebab setahu saya di dalam tubuh GAM masih terdapat perdebatan mengenai kriteria mantan anggota yang berhak menerima dana reintegrasi," tuturnya.Perdebatan yang dimaksud Syahbuddin adalah, sebagian anggota GAM menganggap mereka yang menyatakan bergabung dengan RI sebelum MoU Helsinki ditandatangani sebagai pengkhianat dan tidak berhak menerima dan reintegrasi.Namun mantan anggota GAM dituduh pengkhianat itu membantah dengan alasan bagaimanapun juga mereka pernah menjadi anggota GAM dan punya peran terhadap GAM."Mana yang benar, Wallahu Alam," kata Syahbuddin.Untuk menghindari kerumitan serupaa pada pembagian periode berikutnya, Syahbuddin Mengaskan dana reintegrasi tidak lagi disalurkan langsung dari BRA pusat, melainkan melalui BRA kabupaten dan kota yang akn dibentuk."Kita akan buat strukurnya lebih ramping," tandasnya.
(bal/)











































