Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Menipu Pejabat Riau

Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Menipu Pejabat Riau

- detikNews
Minggu, 13 Agu 2006 15:53 WIB
Pekanbaru - Sekelompok mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, berbuat nekat. Mereka datang ke Riau hanya untuk menipu pejabat. Ratusan juta rupiah bisa mereka raih. Kini mereka ditahan pihak kepolisian. Kelompok mahasiswa ini ada 17 orang, 4 di antaranya merupakan mahasiswa gadungan yang juga menenteng kartu mahasiswa. Mereka ini mengaku datang ke Riau mencari dana untuk studi banding soal pemberantasan Narkoba. Mereka mengaku membawa misi dari Yayasan Rehabilitasi Narkoba Manado. Lewat yayasan ini, mereka mengajukan sejumlah proposal di Pemkab dan Pemkot di Riau. Mereka juga mengajukan proposal yang sama ke kantor Gubernur Riau. Dalam operasi penyebaran proposal untuk dana rehabilitasi narkoba ini, mereka terbagi dua kelompok. Sebagian mengajukan proposal di Pekanbaru, sebagian lagi bermain di kabupaten. Hampir sepekan ini operasi meminta sumbangan mereka berjalan mulus. Mereka mengajukan proposal ke Pemkab Pelalawan. Dari sana kabarnya Bupati Pelalawan T Azmun memberikan sumbangan Rp 20 juta. Selanjutnya, mahasiswa ini mengajukan proposal di kantor Gubernur Riau, juga berhasil menggondol uang puluhan juta. Mereka mendapat dana segar dari Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar selaku Ketua Pemberantasan Narkoba di Riau. "Tidak cuma pejabat di lingkungan Pemprov Riau, tapi mahasiswa ini juga berhasil mengelabui institusi kepolisian dan TNI. Mereka juga mendapat bantuan dari Polisi dan sejumlah Kodim di Riau," kata Kapolresta Dumai, AKBP Zulkifli AR saat dihubungi detikcom, Minggu (13/8/2006). Mahasiswa ini tertangkap pihak kepolisian ketika mengajukan proposal ke Pemerintah Kota Dumai, atau sekitar 200 km arah utara dari Pekanbaru. Di kota yang menghadap ke Selat Malaka ini, mahasiswa Sam Ratulangi menebar proposal ke sejumlah instansi. "Kita menerima laporan, bahwa proposal yang diajukan mahasiswa ini tidak benar. Karena itu, mereka sengaja kita pancing di salah satu instansi untuk mengambil uang proposal itu. Saat itu juga mereka langsung kita tangkap," kata Kapolresta Dumai. Di Dumai, awalnya pihak kepolisian menangkap 9 orang mahasiswa tiga hari yang lalu. Dari rekan-rekan mereka ini, selanjutnya pihak kepolisian melakukan pengembangan yang akhirnya berhasil menangkap 8 mahasiswa lainnya di Kabupaten Siak. "Dari 17 tersangka selain ditemukan 4 mahasiswa gadungan, juga 4 orang di antaranya merupakan mahasiswi dari Faluktas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Saat ini mereka tengah kita periksa intensif," tandas Zulkifli. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads