SPM Hotel Sheraton Yogya Ancam Demo Final Putri Indonesia
Minggu, 13 Agu 2006 12:20 WIB
Jakarta - Gempa Yogyakarta masih menyisakan persoalan pelik bagi para pekerja perhotelan. Banyak diantara mereka terancama PHK. Setidaknya, hal itu dialami sekitar 200 karyawan Hotel Sheraton Mustika Resort and Spa Yogyakarta. Bencana gempa di kota gudeg itu membuat mereka menerima kenyataan pahit, dirumahkan.Kebijakan pihak manajemen hotel ini jelas mengandung konsekwensi yang tidak menyenangkan pula bagi mereka. Selama dirumahkan, para karyawan hotel ini hanya menerima 25 persen dari gaji mereka. Padahal biaya kebutuhan sehari-hari pasca bencana justru melonjak.Tidak cukup sampai disitu, belakangan mereka juga mendengar kabar yang tidak kalah buruknya. Pihak manajemen berencana mem-PHK para karyawan ini. Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah nasib mereka.Menanggapi hal ini, Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Hotel Sheraton Yogya, mendesak pemilik dan manajemen hotel membatalkan rencana tersebut. Sebaliknya mereka menuntut agar pekerja diberikan upah penuh selama dirumahkan, yakni mulai bulan Juli sampai proses renovasi selesai."Sekaligus diberikan benefit kesehatan," kata Ketua SPM Sheraton Yogya, Florentina Rahayu, kepada detikcom saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jl Rasuna Sahid, Jakarta, Minggu (13/8/2006).Florentina juga mengharapkan pemilik hotel yang juga bos Mustika Ratu, Muryati Soedibyo, memberikan subsidi renovasi rumah akibat gempa kepada pekerja. Hal ini sebagaimana dijanjikan pihak Starwood, sebagai operator Hotel Sheraton."Kami pernah dijanjikan dengan perincian, Rp 25 juta untuk rumah yang rusak total, Rp 15 juta untuk rusak sedang, dan Rp 5 juta untuk rusak ringan," kata Florentina.SPM Sheraton Hotel mengancam akan menggelar unjuk rasa jika semua tuntutannya tersebut tidak dipenuhi. Mereka akan mendatangi Graha Mustika Ratu dan Gedung DPR RI.Mereka juga bekerja sama dengan seluruh Federasi Serikat Pekerja Mandiri. Sebanyak 5 ribu pekerja pariwisata akan dikerahkan dalam acara final pemilihan Putri Indonesia pada 25 Agustus di Theatre Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII)."Masak untuk membiayai pemilihan Putri Indonesia yang menghabiskan miliaran rupiah mampu, tapi untuk membayar pekerjanya sendiri tidak mau," ujar Florentina.
(djo/)











































