Pembangunan Rusun Jangan Jadi Lips Service

Pembangunan Rusun Jangan Jadi Lips Service

- detikNews
Minggu, 13 Agu 2006 08:49 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berencana menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk membuat rumah susun (rusun). Ini dilakukan untuk menghilangkan perumahan kumuh yang menjamur. Tapi sebelum melaksanakan rencananya, Bang Yos mendapat kritikan."Seakan-akan rusun ini menjadi solusi, tapi pada akhirnya hanya menjadi lips service," kata kata Direktur LBH Jakarta Asfinawati saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Minggu (13/8/2006).Hal ini dia utarakan karena kerap terjadi penggusuran yang dilakukan dengan alasan pembangunan rusun malah tambah menyengsarakan warga."Pemprov DKI harus bertanya lebih dahulu kepada warga perumahan kumuh itu, maunya mereka seperti apa. Harus ada kesepakatan, jangan main gusur," urainya.Persoalan yang ditakutkan nanti terjadi, biasanya para warga itu tidak sanggup membayar sewa yang mahal, akhirnya rumah mereka dipindah sewakan kepada kalangan menengah-atas."Ujungnya mereka tidak mempunyai rumah lagi, karena tidak sanggup membayar tarif sewa yang terus naik, sementara penghasilan mereka pas-pasan" tutur Asfin.Alhasil, niat semula yang direncanakan untuk memberikan sarana perumahan menjadi tidak tercapai. "Pada akhirnya fungsi rusun tidak terpenuhi. Solusi mereka harus diajak berbicara lebih dahulu," tandasnya. Pemprov DKI Jakarta akan mengatasi persoalan perumahan kumuh di Jakarta dengan mengkonsentrasikan pembangunan rusun di daerah Manggarai dan Berlan, Jatinegara.Untuk Manggarai, sudah direncanakan akan dibangun 15.360 unit rumah susun dengan anggaran Rp 0,5 triliun dan Berlan Rp 1,2 triliun. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads