Hizbullah Terima Dengan Syarat Resolusi DK PBB

Hizbullah Terima Dengan Syarat Resolusi DK PBB

- detikNews
Minggu, 13 Agu 2006 07:04 WIB
Jakarta - Hizbullah akhirnya dengan setengah hati menyatakan akan mematuhi rencana gencatan senjata yang disepakati di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengakhiri pertempuran dengan Israel. Namun, Pemimpin organisasi ini Sheikh Hassan Nasrallah di televisi mengatakan jika mereka akan terus bertempur sepanjang pasukan Israel masih berada di Libanon."Perang belum berakhir. Serangan masih berlanjut dan korban masih berjatuhan. Hari ini tidak ada yang berubah dan tampaknya besok juga tidak akan ada yang berubah" kata Nasrallah seperti dikutip, bbc, Minggu (13/8/2006).Hizbullah menerima resolusi DK PBB ini dengan tujuan untuk mempertahankan kesatuan politik Libanon. Isi resolusi yang dikeluarkan oleh PBB tersebut menyerukan "gencatan permusuhan secara penuh". "Hizbullah akan bekerjasama dengan penempatan pasukan Lebanon dan pasukan PBB di Lebanon Selatan," tutur Nasrallah.Menyikapi resolusi itu, kabinet Libanon maupun pemerintah Israel menyambut positif keluarnya keputusan PBB bernomor 1701. Resolusi ini menyatakan Hisbullah harus mengakhiri serangannya terhadap Israel, sementara Israel harus mengakhiri 'serangan militernya' di wilayah Libanon.Israel Belum Akan Tarik PasukanMeski resolusi gencatan senjata telah dikeluarkan, tentara Israel masih tetap akan bertahan di Libanon. Pemimpin militer Israel Letnan Jenderal Dan Halutz mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di Libanon sampai pasukan penjaga perdamaian PBB tiba. sumber-sumber di Israel menyebut ada sekitar 30 ribu tentara Israel di Libanon.Sementara itu, terjadi bentrokan sengit antara pasukan Israel dan gerilyawan Hizbullah di Desa Ghandoriyeh, sekitar 11 kilometer di dalam Libanon. Jet-jet Israel juga mengebom kota Sidon, di sebelah Utara Litani, yang mengakibatkan hancurnya berbagai fasilitas di suatu pembangkit tenaga listrik. "Beberapa pasukan udah mencapai Litani, sekitar 30 kilometer melewati perbatasan dengan Israel," kata Kepala Komandan Militer Israel di Libanon Utara Mayjen Udi Adam.Dalam pertempuran itu, Israel membenarkan jika 7 prajurit mereka tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera. (ndr/)


Berita Terkait