Antisipasi Luapan Lumpur, Jalur Kereta Siap Dialihkan
Sabtu, 12 Agu 2006 23:30 WIB
Sidoarjo - Mengantisipasi luapan lumpur yang mengancam kelancaran kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) daerah operasional (Daop) 8 tengah menyiapan beberapa skenario darurat. Selain meninggikan posisi rel, mereka juga akan mengalihkan jalur kereta jika perlintasan kereta api (KA) di Porong ditenggelamkan lumpur.Peninggian rel sekitar 30 centimeter itu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketinggian fly over Tol Surabaya-Gempol yang berada di atas perlintasan KA di Porong. "Kita telah berkoordinasi dengan PT Jasa Marga Surabaya. Dan selama proses peninggian rel ini, tidak ada penundaan jadwal pemberangkatan perjalanan," kata Pembantu Pelaksana Tugas Peninggian Rel PT KA Daop 8, Komari (45), di Porong, Sidoarjo, Sabtu (12/8/2006).Dia menjelaskan, selain meninggikan rel, pihaknya juga melakukan pengurukan dengan batu koral sebagai peredam getaran. Meski luapan lumpur beberapa hari lalu sempat mengikis batu koral yang ada.Menurutnya pula, apabila lumpur tetap meluap dan melumpuhkan lintasan kereta api maka PT KAI telah menyiapkan alternatif lain yaitu KA jurusan Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi terpaksa akan dialihkan melalui Jombang-Kediri-Blitar-Malang-Banyuwangi."Pengalihan jalur itu akan berdampak pada panjangnya waktu perjalanan hingga 3 kali lipat. Semula Surabaya- Banyuwangi normalnya 5 jam akan menjadi 15 jam. Resikonya waktu perjalanan memang akan lama," ujar Komari. Dia menuturkan, saat ini KA Surabaya- Malang dan sebaliknya yang akan melewati Porong, khususnya saat masuk km 33, kecepatan rata-rata hanya 20 km/jam. Selain itu, 10 petugas disiagakan selama 24 jam untuk memberikan rambu-rambu berupa bendera merah di siang hari dan lampu pada malam hari."Setiap stasiun di jalur Surabaya-Malang juga akan memberikan sinyal elektrik kepada masinis saat kereta api yang mereka kemudikan melewati KM 33-34 Porong," tandasnya.
(ndr/)











































