Underpass Pasar Minggu Belum Berfungsi Maksimal
Sabtu, 12 Agu 2006 23:03 WIB
Jakarta - Pembangunan underpass (jalan bawah tanah) dilakukan sebagai alternatif untuk mengurai kemacetan yang umum terjadi. Proyek pengerjaannya pun dilakukan siang-malam agar cepat selesai. Demikian pula underpass Pasar minggu, Jakarta Selatan. Setelah beberapa bulan dikebut, pengerjaannya pun tak kunjung selesai. Alhasil, underpass pun belum bisa berfungsi maksimal memecahkan masalah kemacetan.Hasil pemantauan detikcom, Sabtu (12/08/2006), hanya underpass dari arah Depok menuju terminal Pasar Minggu yang sudah berfungsi dan digunakan oleh kendaraan bermotor. Kondisi yang bertolak belakang justru terlihat di underpass dari arah sebaliknya atau arah terminal Pasar Minggu menuju ke depok. Underpass ini belum sepenuhnya tuntas selesai dibangun. Pengerjaan yang telah dikerjakan baru yang lokasi disekitar pintu persimpangan rel kereta api. Sementara itu yang melewati bawah rel terlihat belum selesai dikerjakan.Kondisi underpass di bawah rel masih terlihat dalam proses pengerjaan. Tampak dinding-dinding terowongan banyak yang belum disemen sehingga kerangka beton masih dapat dilihat dengan mata telanjang. Tumpukan beton-beton di mulut terowongan, beberapa besi baja panjang juga menggunung bertumpuk di kanan kiri rel kereta api, tepat di seberang klinik Al-Jahu. Sementara itu, beberapa pekerja terus membersihkan terowongan di samping rel kereta.Daerah ini memang merupakan wilayah yang kerap dilanda Kemacetan parah. Macet biasa terjadi setiap sore mulai pukul 16.00-20.00 WIB. Antrian kendaraan akan terlihat padat menjelang persimpangan pintu rel. Kemacetan ini umumnya disebabkan karena mobil angkutan umum menuju Depok yang ngetem, mencari penumpang di sekitar lampu merah. Kepadatan akan semakin menjadi-jadi saat kereta rel listrik (KRL) melintas. Dan sayangnya, setiap hari hanya 1 polisi yang terlihat biasa mengatur lalu lintas di tengah kemacetan itu.
(ndr/)











































