Gara-gara Lumpur, Siring dan Jatirejo Kini Gelap Gulita

Gara-gara Lumpur, Siring dan Jatirejo Kini Gelap Gulita

- detikNews
Sabtu, 12 Agu 2006 22:23 WIB
Sidoarjo - Setelah diterjang lumpur panas Lapindo sejak 2 hari lalu, Desa Siring yang berada di sebelah barat semburan lumpur panas, apabila malam tiba kini menjadi gelap gulita. Desa yang sudah ditinggal pergi mengungsi oleh para warganya, seolah-olah bagaikan kota mati yang tidak berpenduduk.Tidak adanya penerangan lampu di desa ini dikarenakan, aliran listrik yang biasanya digunakan oleh warga di 7 RT di desa tersebut sejak Jumat, 11 Agustus 2006, diputus oleh PT PLN. Pemutusan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya arus balik yang dapat membahayakan warga."Kita pasrah dengan keputusan PLN yang memutus aliran listrik di sini. Sejak listrik diputus, desa siring seperti kota mati yang tidak ada penghuninya," Kata salah satu warga Desa Siring, Sutikno, Sabtu (12/8/2006).Menurutnya, pemutusan ini terpaksa dilakukan oleh PLN, setelah lumpur panas Lapindo menjebol tanggul dan menggenangi rumah-rumah warga. Meski desa tersebut dalam kondisi gelap tanpa ada penerangan, tapi dia dan penduduk lainnya tidak merasa terganggu. Hal itu dikarenakan hampir seluruh warga desa siring, saat ini lebih mementingkan keselamatan dengan mengungsi ke tempat penampungan maupun ke rumah saudara yang ada di Sidoarjo.Sementara itu, suasana serupa pun terlihat di Kelurahan Jatirejo yang berada di selatan luapan lumpur panas. Kondisi di desa ini juga seperti daerah yang mati.Namun, pemadaman di Kelurahan Jatirejo hanya terjadi di RT 6,7,8,9,10 dan 11. Ke 6 RT tersebut lokasinya berada persis dibawah tanggul penahan luapan lumpur. Selain itu, sebagian rumah penduduk yang listriknya dipadamkan sudah terendam lumpur setinggi lebih dari 50 centimeter."Sebagian listrik di Jatirejo sudah dipadamkan PLN. Sekarang suasana di sini sepi. Kalau malam, yang jaga di sini cuma yang laki-laki. Kita takut, sewaktu-waktu tanggul jebol," tutur Heri warga Kelurahan Jatirejo. (ndr/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait