Jadi Korban Lumpur, Warga Jatirejo Enggan Mengungsi

Jadi Korban Lumpur, Warga Jatirejo Enggan Mengungsi

- detikNews
Sabtu, 12 Agu 2006 20:38 WIB
Sidoarjo - Bantuan kompensasi PT Lapindo Brantas Inc terhadap warga korban luapan lumpur panas sebesar Rp 5,5 juta, dianggap sebagian warga Kelurahan Jatirejo bukan sebuah solusi terbaik. Karena mereka beranggapan, uang itu tidak akan membantu mengatasi permasalahan yang sudah ditimbulkan Lapindo."Uang sebesar itu tidak bisa mengganti kerugian warga. Apalagi kita tidak tahu kapan lumpur ini bisa berhenti," kata warga RT 12 RW III Kelurahan Jatirejo, Sukaji, yang masih bertahan di rumahnya, Sabtu, (12/8/2006).Meski rumahnya hanya berjarak sekitar 3 meter dari tanggul penahan lumpur, namun dia beserta keluarganya sampai saat ini masih tetap bertahan. Dia beralasan karena uang bantuan yang diberikan terlalu kecil dibanding kerugian yang telah mereka derita selama lebih dari 2 bulan."Harga sewa rumah di daerah perkampungan saat ini satu tahunnya Rp 3 juta, rata-rata pemilik rumah meminta Rp 6 juta untuk sewa 2 Tahun. Kalau lapindo ngasih kita Rp 5 juta, terus yang Rp 1 juta kita minta siapa," Keluhnya.Pihak Lapindo memberikan uang untuk sewa rumah selama 2 tahun sebesar Rp 5 juta dan Rp 500 ribu untuk biaya transportasi. Selain itu Rp 300 ribu diberikan kepada pengungsi untuk biaya hidup per bulan.Keengganan Sukaji untuk ikut mengungsi seperti warga yang lain ke tempat penampungan pengungsi di Pasar baru Porong, di ikuti pula oleh dua tetangganya. Selain soal ganti rugi yang dianggap tidak sesuai, hal lainnya karena mereka enggan meninggalkan tanah kelahiran sejak kecil."Dari pada di pengungsian kita menderita, lebih baik menderita di rumah sendiri, meski luberan lumpur mengancam kita," ungkap Sukaji dengan pasrah.Sementara itu, pantauan detikcom puluhan warga Kelurahan Jatirejo yang tinggal di sekitar tanggul penahan luapan lumpur panas, masih terus sibuk mengemasi barang-barang berharga milik mereka.Mereka bersiap-siap mengungsi karena kolam penampungan lumpur (pond) I yang berada di sekitar tempat tinggal mereka, sudah hampir mencapai permukaan tanggul, yang tingginya sekitar 4 meter."Lumpur hampir mendekati bibir tanggul. Kalau warga tidak cepat mengungsi dan tanggul tidak segera mengungsi, bisa-bisa malam ini lumpur akan menerjang rumah warga dan menenggelamkan Jatirejo," tandas Sodik warga Rt 11 Kelurahan Jatirejo. (ndr/)


Berita Terkait