Semburan Lumpur Porong Teratasi Akhir Agustus
Sabtu, 12 Agu 2006 20:13 WIB
Surabaya - Semburan lumpur panas (blowout) di sekitar sumur pengeboran Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo diperkirakan akan bisa teratasi pada akhir Agustus. Upaya killing well (penutupan lubang) saat ini akan dilakukan dengan pengeboran melengkung atau side track."Kita berharap skenario kedua berhasil, sehingga akhir Agustus atau awal September luapan lumpur bisa dimatikan. Sejalan dengan itu juga kita menyiapkan skenario tiga dengan relief well," ujar Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Trijana Kartoatmodjo di Surabaya, Sabtu (12/8/2006).Saat ini, kata Trijana, penanganan luapan lumpur itu tengah dicoba dihentikan memakai skenario kedua dengan membuat pengeboran melengkung di sumur Banjar Panji-1 (BPJ-1).Pengeboran side tracking ini dilakukan dengan cara re-entry menggunakan rig yang berkapasitas 700 horse power (tenaga kuda) di sumur yang berada di "active mud volcano" yang terbentang dari Rembang-Purwodadi-Cepu-Bojonegoro dan Porong ini.Selain side track, Lapindo Brantas juga telah menyiapkan relief well yang telah dipasang di tempat yang telah ditentukan. Namun karena adakekhawatiran tanggul itu akan jebol maka dipindahkan lokasinya."Saat ini kita telah menyiapkan lokasi baru untuk relief well yang jaraknya 500 meter dari sumur," kata Trijana.Rencana sebelumnya pengoperasian sumur secara miring bisa dimulai pada pekan ini. Namun hal itu tak bisa dilakukan, karena menurut Chief Executive Officer (CEO) PT Energi Mega Persada Tbk Faiz Shahab di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, lokasi yang bakal menjadi tempat pengoperasian "relief well" terendam lumpur. Makanya kini tengah disiapkan untuk mencari lokasi baru."Pembuatan "relief well" merupakan skenario terakhir penanggulangan semburan lumpur itu," cetus Shahab.Soal pembuangan lumpur (disposal), Lapindo telah menyiapkan sejumlah skenario jika pond (kolam) yang disiapkan tidak dapat menampung luapan. Pilihan untuk mengalirkan disposal adalah dialirkan ke Sungai Porong yang kemudian akan dibuang ke laut dengan jarak 16 kilometer.Pilihan lainnya adalah dengan membuat aluran atau kanal yang dialirkan ke laut. Selain itu, diupayakan dengan menyalurkan melalui pipa yang memanfaatkan right on way (ROW) yang sudah ada di sepanjang Sungai Porong dengan jarak 16 kilometer ditambah 4,5 kilometer dari pantai.
(ndr/)











































