PBHI: Jangan Bonsai Kasus Koes

PBHI: Jangan Bonsai Kasus Koes

- detikNews
Sabtu, 12 Agu 2006 19:21 WIB
Jakarta - Penyelidikan temuan ratusan senjata api di kediaman Waaslog Alm Brigjen TNI Koesmayadi dinilai tidak cukup terbuka, bahkan dicurigai ada konspirasi di dalamnya."Kasus ini bukan hanya tertutup tapi juga terbloking. Jangan membonsai kasus ini," cetus Ketua PBHI Jhonson Panjaitan usai diskusi mengenai biaya perkara peradilan di sebuah cafe, di Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (12/8/2006).Ditambahkan dia, keterbukaan kasus ini sangat tergantung kepada Presiden sebagai pimpinan tinggi negara, dan Panglima TNI sebagai pucuk pimpinan tentara."Jangan mau bodoh-bodohi dengan pernyataan senjata itu untuk museum. Jadi nanti kalau ada yang suka tank bisa bikin museum tank, dan ada juga museum heli dong," imbuh Jhonson.Menurut pria berkumis ini, Koesmayadi diduga terlibat kasus mobil mewah dan illegal logging, sehingga penumpukan senjata tidak bisa dianggap enteng.Di tempat yang sama, praktisi hukum Frans Hendrawinata mengatakan Puspom TNI harus bisa menyerahkan tersangka ke pengadilan. Namun bukan ke pengadilan militer melainkan ke pengadilan sipil."Pengadilan militer itu hanya untuk keadaan darurat. Kalau damai ya pengadilan sipil," kata Frans.Menurut dia, pepatah yang mengatakan tidak ada prajurit yang salah ada baiknya diperhatikan."Kalau ada link ke sana, tentu saja menjadi tanggung jawab atasan. Saya khawatir di dalam kemiliteran ada semangat korps, sehingga ada hal-hal yang ditutup-tutupi," pungkas Frans. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads