Tanam 3 Pohon, Faisal Basri 'Kampanye' Masuk Hutan Jakarta
Sabtu, 12 Agu 2006 15:00 WIB
Jakarta - Tepat di pinggir kali, 3 pohon ditanam Faisal Basri di Hutan Kali Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Calon Gubernur DKI Jakarta ini tampak mencangkul tanah hingga gembur. Kampanye?Faisal tampak didampingi 5 orang yang terbalut kaos warna putih, lengan warna orange bertulisan "Jakarta Milik Kita Semua" lengkap dengan foto Faisal. Mereka mengelilingi sekitar hutan yang memiliki luas 60 hektar.Hutan itu tampak ditanami aneka tanaman seperti obat-obatan, buah, sayur mayur, dan pepohonan. Udara segar dengan pepohonan yang rimbun membuat sejuk suasana. Tak hanya itu, hutan di kawasan Perumahan Delima ini juga dijadikan tempat konservasi, pendidikan, dan penghijauan."Wah ini seperti bukan di Jakarta lagi ya," celetuk Faisal yang mengenakan 'kebesaran' warna putih dan celana hitam ini, sabtu (12/8/2006).Wajahnya tampak sumringah melihat hijaunya hutan buatan. Padahal, 10 hingga 15 tahun lalu, kawasan itu hanya dijadikan tempat timbunan sampah dengan pepohonan tidak terawat dan rusak.Dalam acara itu, Faisal mendapat penjelasan dari Ketua Kelompok Tani Sangga Buana Chaeruddin.Chaeruddin pun memberikan saran agar pembangungan Jakarta tidak hanya gedung dan mall sebab yang penting manfaatnya. "Siapa pun gubernurnya nanti, harus pahami Jakarta. Orang pintar, belum tentu paham. Orang paham, bisa pinter. Pembangunan harus punya nilai, jangan genjrengnya doang," kata pria penerima Kalpataru tahun 2000 dan 2001 ini dengan logat Betawi yang kental.Mendengar itu, Faisal pun menimpali. "Jadi saya harus belajar nih, saya ingin jadi orang yang paham. Saya harus belajar banyak dari sini. Saya pikir tempat ini sudah memiliki keseimbangan alam dengan modal sosial dan modal spiritual yaitu semangat warga," ujar Faisal sambil tersenyum.Acara yang dihadiri belasan warga setempat ini juga diisi santap siang bersama dengan menu nasi bungkus.Sentil Pembangunan TolDalam kesempatan itu, Faisal prihatin terhadap pembanguan 6 ruas jalan tol di keliling Jakarta karena akan berdampak terhadap menurunnya daya serap air dengan berkurangnya pepohonan-pepohonan."Padahal 80 persen mobil yang melintas di jalan tol adalah mobil pribadi. Jadi ini tidak mengutamakan kepentingan umum. Ini contoh cara berfikir orang licik," cetus pengamat ekonomi ini.
(aan/)











































