Usia Bayi Berkepala Dua Diperkirakan Tidak Lama
Sabtu, 12 Agu 2006 14:21 WIB
Jakarta - Ketua tim dokter spesialis anak RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, dokter Ketut Lilamukti memperkirakan usai bayi perempuan berkepala dua, Syafitri, tidak akan bertahan lama. Puteri pasangan Mulyadi dan Nuryati ini menderita kelainna jantung yang sangat komplek."Mungkin usia hitungannya hari. Bayi ini memiliki banyak kelainan seperti jantung yang mengalami kebocoran, sehingga mengalami kelainan jantung sangat komplek, " kata Dr Ketut Lilamukti kepada wartawan di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (12/8/2006).Ketut juga menjelaskan sejauh ini tim dokter masih melakukan pemetaan terhadap kelainan jantung, saluran pencernaan, dan paru-paru. Pemetaan dilakukan di organ-organ yang dianggap tidak normal."Kami sedang melakukan pemetaan kelainan pada jantung, sambil menguji organ-organ ini apakah berfungsi secara maksimal atau tidak, seperti saluran pencernaannya," katanya.Tim dokter berusaha mencoba memasukkan asupan makanan atau minuman melalui mulut, mulai dari 5 cc masih belum terjadi apa-apa , kemudian ditingkatkan menjadi 15 cc. Namun saat ditingkatkan menjadi 15 cc badan bayi Sawitri membiru sehingga asupan makanan dihentikan."Kita menguji kemampuan minum. Kalau pun salah arah tidak berbahaya. Nanti akan dicoba lagi di kepala kanan. Kemarin kan di kepala kiri,' jelasnya. Saat ini tim dokter masih mencari second opinion ke RS Jantung Harapan mengenai kelainan jantung bayi Syafitri. "Tergantung bagaimana hasil rekaman RS Harapan Kita karena sangat komplek. Kita tunggu hasilnya dari RSJ Harapan Kita," ujar dia.Mengenai calon kaki yang direncanakan akan dibuat menjadi anus, Ketut menjelaskan bahwa hal tersebut tidak akan menganggu kehidupuan bayi kembar Syafitri. Ini tergantung keputusan orang tua apakah mereka setuju atau tidak.
(jon/)











































