Siap Jihad Ke Libanon, Laskar MMI Latihan Fisik

Siap Jihad Ke Libanon, Laskar MMI Latihan Fisik

- detikNews
Sabtu, 12 Agu 2006 13:09 WIB
Jakarta - Laskar Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mulai mempersiapkan diri untuk berangkat berjihad ke Libanon dan Palestina. Mereka sudah mulai latihan fisik untuk sebelum mengikuti latihan dasar ketrampilan militer untuk menghadapi konflik.Hal itu diungkapkan Sekretaris Majelis Mujahidin, M. Shabbarin Syakur kepada detikcom di kantor MMI Jl Karanglo Kotagede Yogyakarta, Sabtu (12/8/2006)."Yang mendaftar di Markas MMI Yogyakarata sebanyak 42 orang. Belum di daerah lain seperti Jakarta, Padang, Solo dan lain-lain," katanya.Dia mengatakan setelah mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi secara administratif, Laskar Mujahidin yang dipimpin oleh Abu Haedar sejak hari Jumat sore kemarin sudah melakukan latihan fisik. Latihan fisik ini dilakukan untuk menjaga kebugaran dan untuk mengetahuiseberapa jauh kesiapan para relawan sebelum berangkat jihad. "Latihan fisik Jumat sore kemarin hanya olahraga lari-lari ringan di sekitar markas," katanya.Menurut dia, pihaknya juga sudah mengirimkan surat permohonan resmi kepada Panglima TNI untuk memberikan bekal latihan ketrampilan dasar-dasar kemiliteran bagi relawan sipil yang akan jihad ke Libanon dan Palestina terutama untuk menghadapi konflik bersenjata melawan Israel. Hanya saja sampai sekarang belum mendapatkan tangapan secara resmi. "Surat yang sama juga sudah kami kirimkan kepada Kapolda dan Pangdam seperti di DIY, Jateng, Jatim, DKI Jakarta dan Sumatera Barat yang membuka pendaftaran jihad denga tembusan Presiden RI, Menhan," tegas Shabbarin.Dia menambahkan sampai hari ini pendaftaran jihad masih di buka di markas MMI di Jl Karanglo Kotagede, Yogyakarta, serta di perwakilan di Solo, Surabaya, Jakarta, dan Padang. MMI siap mengirim relawan ke Palestina dan Libanon untuk melawan zionis Israel. Selain membuka pendaftaran katanya MMI juga menghimpun dana dari masyarakat melalui tabung jihad. Kelak, dana yang terkumpul akan disalurkan ke rakyat Palestina dan Lebanon yang sedang menderita akibat tindakan kesewenang-wenangan Israel.Menurut dia, seorang calon relawan harus melalui seleksi terutama kesehatan dan mendapatkan izin dari orangtua maupun keluarga. Dengan demikian ketika berada di Timur Tengah siap menjalankan tugas. Selain tes kesehatan, ada pula pembekalan berisi berbagaimateri, termasuk kondisi medan di Lebanon. "Dana para relawan juga kami minta untuk disiapkan sendiri sebab MMI tidak bisa memberikan dana secara keseluruhan," demikian Shabbarin. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads