Kebijakan Inggris Picu Aksi Militan
Sabtu, 12 Agu 2006 11:06 WIB
London - Kebijakan pemerintah Inggris mengenai Irak dan Libanon dituding telah memicu aksi militan. Gara-gara kebijakan itu, warga sipil kian berisiko mengalami serangan teror di Inggris dan negara lainnya.Demikian dicetuskan kelompok muslim dan politisi Inggris dalam surat terbuka yang ditujukan untuk Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair."Bencana Irak dan kini kegagalan untuk berbuat lebih banyak guna menghentikan serangan terhadap warga sipil di Timur Tengah, tidak saja meningkatkan risiko serangan bagi rakyat biasa di wilayah tersebut, namun juga menjadi amunisi bagi para ekstremis yang mengancam kita semua," tulis kelompok tersebut dalam surat mereka. Enam politikus dari Partai Buruh pimpinan PM Blair turut menandatangani surat terbuka yang diterbitkan di koran lokal, Times, Sabtu (12/8/2006)."Kami mendesak PM untuk melipatgandakan upaya-upayanya dalam menangani teror dan ekstremisme serta mengubah kebijakan luar negeri kita," demikian isi surat tersebut.Warga muslim di Inggris telah mengecam keras keputusan Blair mengirimkan pasukan Inggris ke Irak. Masyarakat juga menyayangkan sikap Blair yang tidak menyerukan penghentian peperangan antara Israel dan gerilyawan Hizbullah di Libanon.Surat terbuka ini disampaikan menyusul terbongkarnya plot serangan teroris untuk meledakkan pesawat-pesawat yang terbang antara Inggris dan AS. Kepolisian Inggris telah menangkap 24 orang terkait plot teror tersebut.
(ita/)











































