Israel Terima Draf Resolusi DK PBB
Sabtu, 12 Agu 2006 05:56 WIB
Jerusalem - Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert telah memutuskan untuk menerima resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang dibuat Perancis dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik di Libanon.Olmert akan meminta pemerintahannya untuk meratifikasi rancangan resolusi tersebut, pada Minggu 13 Agustus, setelah perbaikan dilakukan sesuai dengan permintaan Israel.Namun tidak dijelaskan permintaan apa yang diinginkan Israel, sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (12/8/2006).Sebelumnya, juru bicara pemerintahan Israel Avi Pazner menyebut draf resolusi tersebut tidak dapat diterima. "Pilihan diplomatik telah gagal untuk saat ini. Kami tidak memiliki pilihan lain untuk selain untuk memilih tindakan militer," ujar Avi.Diberitakan juga, Presiden Amerika AS George W Bush dan Ehud Olmert mendiskusikan penundaan resolusi tersebut melalui saluran telepon. Demikian dikatakan juru bicara Gedung Putih Tony Snow.Dua pemimpin yang bersekutu abadi ini membicarakan rancangan yang dibuat Perancis-AS melalui sambungan telepon sejak pukul 15.50 waktu Texas.Gedung Putih, lanjut Snow, berharap dapat memberikan penjelasan lebih detil tentang pembicaraan tersebut dalam waktu dekat.Sekedar informasi, draf resolusi Perancis-AS berbunyi 'Penghentian secara penuh kekerasan, Hizbullah menghentikan serangannya dan Israel menghentikan serangan militer ofensifnya'.Resolusi kedua adalah fase gencatan senjata dan pasukan perdamaian internasional diperkenankan masuk ke daerah konflik'.Libanon akhirnya menolak draf resolusi tersebut. Bagi Libanon, draf tersebut tidak dapat menarik pasukan Israel dari tanah markas pejuang Hizbullah.
(fjr/)











































