Menkes Marah Indonesia Disebut Ibukota Flu Burung

Menkes Marah Indonesia Disebut Ibukota Flu Burung

- detikNews
Sabtu, 12 Agu 2006 00:12 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadillah Supari tak kuasa menutupi amarah dan rasa jengkelnya. Ia tersinggung berat mengetahui Indonesia diejek sebagai "Ibu Kota Flu Burung" oleh sejumlah media massa internasional."Mereka sangka besar negara kita sama dengan Vietnam. Lagipula virus di Karo berbeda dengan di Jakarta. Berbeda lagi dengan yang ada di Papua. Berbeda lokasi bukan berarti penjalaran, karena masing-masing tempat itu berdiri sendiri," ujar Menkes di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (11/8/2006) malam.Diakuinya jumlah korban meninggal akibat serangan flu burung di Indonesia hingga saat ini sudah melampaui Vietnam. Tapi bukan berarti hal itu bisa serta merta diartikan bahwa pencegahan penyebaran virus mematikan itu gagal. "Kalau kita lihat sekarang korbannya di Indonesia 45. Vietnam ada 42 korban jiwa, tapi negaranya lebih besar mana?" tukas Menkes balik bertanya.Namun di satu sisi, ujarnya lagi, 'ejekan' itu bisa menjadi pemacu semangat bagi seluruh kalangan di Tanah Air menggiatkan usaha-usaha pemberantasan virus flu burung. Baik jajaran instansi pemerintah terkait di lapangan hingga masyarakat luas. Ia mencontohkan apa yang berlangsung di Karo, Sumut baru-baru bisa dijadikan contoh. Warga pro-aktif memberitahukan Dinas Peternakan saat menemui kasus ayam mati yang kemudian terbukti positif terserang flu burung. Dinas Kesehatan yang mendengar kabar tersebut menindaklanjutinya dengan sweeping dari pintu ke pintu mencari warga yang teserang batuk dan pilek. Enam orang yang terjaring itu pun berhasil diselamatkan dari maut.Untuk lebih bisa menggerakkan warga merelakan unggasnya dimusnahkan, uang ganti rugi pun telah ditambah. "Sekarang sudah dinaikkan menjadi Rp 12.500 per ekor," sambungnya. (fjr/)


Berita Terkait