Dubes Libanon: Kami Tak Perlu Pejuang dari Luar
Jumat, 11 Agu 2006 17:25 WIB
Jakarta - Niat jihad sejumlah aktivis organisasi Islam di dalam negeri ke Libanon tampaknya perlu dikaji lagi. Libanon tegas-tegas tidak memerlukan bantuan mereka. Rakyat Libanon akan membela sendiri negerinya dari serangan Israel."Libanon tidak memerlukan pejuang-pejuang dari luar datang ke Libanon, karena yang membela negerinya adalah bangsa dan rakyat Libanon sendiri," tegas Dubes Libanon untuk Indonesia, Hassan Muslimani.Hassan menyampaikan hal itu dalam diskusi Pra Opening World Piece di Auditorium PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Jumat (11/8/2006).Namun, imbuh Hassan, rakyat Libanon sangat memerlukan dukungan moril dari negara-negara Islam dan dunia.Soal gencatan senjata, Hassan menilai, harus dimulai dari Israel dan AS. Mereka yang harusnya menghentikan serangan dan pembunuhan warga sipil di Libanon.Dia juga menyatakan, sejak tahun 1949, ada sekitar 1.500 tentara Libanon yang bertugas di Libanon Selatan. Seluruh pasukan ini tidak dipersenjatai karena sebelumnya terikat perjanjian dengan Israel."Dengan kondisi seperti ini, Libanon tentu tidak dapat melawan kekuatan Israel dengan persenjataan yang sangat canggih," ujarnya.Dia juga mengklarifikasi bahwa perang yang kini berkecamuk di negaranya bukan antara Israel dan Hizbullah."Itu adalah kenyataan yang salah, karena kenyataannya Israel menyerang seluruh wilayah Libanon, baik utara dan selatan yang diduga jadi basis Hizbullah," ujarnya.Perang tersebut, imbuhnya, merupakan upaya penghancuran Libanon secara keseluruhan karena di kabinet Libanon saat ini ada 2 menteri dan 15 anggota perlemen dari Hizbullah. "Karena itu tidak bisa dipisahkan antara Hizbullah dan Libanon," tandas Hassan.Sementara mengenai pengiriman 15 ribu tentara Libanon ke wilayah selatan, menurutnya, bukan untuk melawan Hizbullah atau membela Israel. Tetapi untuk pembelaan Libanon secara umum. "Kami meyakini tidak akan terjadi perang saudara antara Libanon dengan Hizbullah, karena tujuan pengiriman itu sekali lagi untuk membela negara," tandasnya. Dia juga mengatakan, ada dua cara untuk menghentikan agresi Israel. Selain melalui politik dan diplomatik, hal itu bisa dilakukan lewat pemberian sanksi ekonomi. "Tapi ini harus ada political will dari negara-negara di dunia. Israel itu tidak perlu ditakuti meski didukung kekuatan lain," tegasnya.
(umi/)











































