Gempa Susulan Masih Terjadi di Yogya

Gempa Susulan Masih Terjadi di Yogya

- detikNews
Jumat, 11 Agu 2006 16:10 WIB
Bantul - Gempa susulan masih terjadi di wilayah Bantul dan sekitarnya. Pada hari Jumat (11/8/2006) dinihari, terjadi satu kali gempa susulan dengan skala kecil pada pukul 02.31 WIB dengan kekuatan 2,7 Skala Richter. Oleh karena kekuatannya tidak terlalu besar dan terjadi pada dinihari, tidak banyak warga yang merasakannya. Sebagian besar warga Bantul masih terlelap dengan tidurnya."Kekuatannya kecil 2,7 Skala Richter dan masih merupakan gempa pantai," kata petugas di kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta, Tiar Prasetyo kepada detikcom Jumat (11/8/2006).Menurut dia pusat gempa terjadi di sekitar Pantai Pandansimo, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Lebih kurang ekitar 5 kilometer sebelah barat Pantai Samas atau berdekatan dengan muara Kali Progo. "Titiknya sekitar 8 derajat Lintang Selatan dan 110,22 derajat Bujur Timur dengan kedalaman lebih dari 15 kilometer," katanya.Dia meminta warga tetap tenang, meski masih terjadi gempa susulan. Gempa susulan dengan skala kecil itu masih terjadi karena lempengan tanah masih dalam proses pemantapan menuju stabil. Namun pihaknya tidak bisa memprediksi sampai kapan gempa susulan ini akan berakhir. "Yang penting warga tetap tenang dan tidak termakan oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tidak jelas," katanya.Sementara itu secara terpisah Ketua SAR Pantai Pandansimo, Ngadimin kepada detikcom menyatakan, saat terjadi gempa berskala kecil dirinya bersama beberapa orang tengah melakukan ronda di sekitar perkampungan sebelah utara pantai. Sekitar pukul 02.30 WIB terjadi gempa disertai suara gemuruh. Namun warga juga tidak banyak yang mengetahui karena semuanya sedang tidur. "Kami sempat terjaga ketika mendengar suara grek-grek dari tiang kayu posko SAR. Tapi hanya sebentar saja setelah itu tidak ada lagi," ujar dia. Ditanya mengenai ombak pasang di kawasan Pandansimo, dia mengatakan sampai sekarang masih terjadi, namun tidak setinggi seperti pada akhir bulan Juli lalu. Warga juga sudah terbiasa dengan kejadian itu sehingga tidak terlalu khawatir dan tetap waspada dan berjaga-jaga di rumah masing-masing. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads