AS Ingatkan Kemungkinan Serangan Teror di India

AS Ingatkan Kemungkinan Serangan Teror di India

- detikNews
Jumat, 11 Agu 2006 15:50 WIB
New Delhi - Dua kota besar di India bisa menjadi target serangan militan al Qaeda menjelang perayaan Hari Kemerdekaan India pada 15 Agustus mendatang. Demikian peringatan yang disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di New Delhi, India.Kedua kota tersebut adalah New Delhi dan Mumbai. Akibat peringatan AS ini, otoritas India langsung menerapkan kewaspadaan tinggi."Kedutaan telah mengetahui bahwa para teroris asing, kemungkinan termasuk anggota al Qaeda, diduga berencana melancarkan serangkaian serangan bom di atau sekitar New Delhi dan Mumbai pada beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan India," demikian statemen Kedubes AS."Target kemungkinan mencakup bandara-bandara besar, kantor penting pemerintah India dan tempat-tempat umum besar seperti hotel dan pasar," imbuh Kedubes AS.Kedubes AS mengimbau seluruh warganya yang berada di India untuk tidak menarik perhatian dan bersikap waspada serta perhatian dengan lingkungan sekitar mereka.Menurut juru bicara Kedubes AS David Kennedy, informasi ini didasarkan pada input intelijen yang dikumpulkan bersama-sama pemerintah India. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (11/8/2006).Otoritas India langsung meningkatkan kewaspadaan di ibukota New Delhi dan kota pusat bisnis Mumbai menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 15 Agustus. Kepolisian India juga meningkatkan pengamanan di sejumlah instalasi penting, termasuk Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi."Bukan cuma bandara, namun kami mendapat informasi bahwa instalasi publik yang vital lainnya juga bisa menjadi target," kata seorang pejabat pemerintah India, A.P. Sinha."Kami sebenarnya terus memberlakukan status siaga negara namun setelah apa yang terjadi di London kemarin, kami semakin mengintensifkan pengamanan," tandas Sinha.Kepolisian Inggris mengumumkan telah menggagalkan plot pengeboman sejumlah pesawat yang terbang antara Inggris dan AS. Terbongkarnya plot teror ini mendorong banyak negara di dunia meningkatkan pengamanan di bandara-bandara. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads