Tibo Bertemu Keluarga 7 Jam
Jumat, 11 Agu 2006 14:34 WIB
Palu - Bila tidak ada aral melintang, Kejaksaan Negeri Palu akan mengeksekusi tiga orang terpidana mati kasus kerusuhan Poso. Mereka adalah Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu. Eksekusi akan dilakukan Sabtu (12/8/2006) dinihari, sekitar pukul 00.15 Wita.Hari ini, Jumat (11/8/2006) merupakan hari terakhir bagi Tibo Cs. Sampai saat ini, belum diketahui pasti aktivitas yang dilakukan terpidana mati ini. Akses untuk menemui ketiga orang yang menyedot perhatian publik ini di LP Palu tertutup bagi media massa.Menjelang eksekusi berlangsung, Robertus Tibo, Putra sulung Fabianus Tibo, salah seorah terpidana mati Kasus Poso, menemui ayahnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 A, Palu, Sulawesi Tengah. Petemuan berlangsung Kamis kemarin.Dalam pertemuan tersebut, Robertus ditemani Ibunya Nurmin Kasiala dan sejumlah anggota keluarganya yang lain. Sesampainya di Lapas, sekitar 15 menit mereka mengurus izin menjenguk pada petugas Lapas di loket yang telah disediakan. Usai itu para keluarga dekat Fabianus Tibo langsung memasuki Lapas yang kini makin ketat pengamanannya.Selain itu, Penasehat Hukum dari Padma Indonesia, Steyvanus Roy Rening juga terlihat menemani keluarga terdekat Tibo ini.Sesaat sebelum masuk ke Lapas, Robertus kembali menegaskan sikap keluarga mereka. "Sejak proses awal, kami melihat banyak ketidakadilan dalam peradilan atas bapak kami, Om Domi dan Rinus. Karenanya kami sekeluarga menyatakan menolak eksekusi ini," kata Robertus, tandas.Nurmin Kasiala, istri Tibo pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, suami tercinta itu hanyalah dijadikan korban. "Kami berharap agar Presiden bisa mendengar permintaan kami agar eksekusi bapak ditunda," ujar Nurmin, memelas.Tujuh jam lamanya pertemuan keluarga ini berlangsung di dalam ruangan Kepala Lapas Palu. Para wartawan sama sekali tidak diperbolehkan mengambil gambar, apalagi untuk mewancarai Tibo. Beruntung melalui hubungan telepon seluler milik kuasa hukumnya, Fabianus Tibo sempat menyapa wartawan. Ia berharap bisa menggelar konferensi pers bersama wartawan sebelum ia dieksekusi.Seperti yang disampaikannya berkali-kali, Tibo menyatakan bahwa mereka tidak bersalah dan ada banyak orang yang mesti bertanggungjawab atas kerusuhan Poso. "Bukan hanya kami bertiga yang harus dikorbankan," demikian Tibo.
(jon/)











































