3 Pilihan Sulit Atasi Lumpur Porong

3 Pilihan Sulit Atasi Lumpur Porong

- detikNews
Jumat, 11 Agu 2006 13:26 WIB
Jakarta - Kebijakan tegas harus segera ditempuh untuk mengatasi semakin tingginya air lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Satu di antara 3 pilihan sulit harus diambil.3 Solusi ini menjadi sulit, sebab semuanya mengandung risiko. Pilihan pertama, meninggikan tanggul sehingga luasan air menjadi sempit. Kedua, melebarkan luasan lumpur sehingga tanggul tidak terlalu tinggi. Ketiga, membuang air lumpur ke laut atau sungai.Tanggul lumpur bisa dibuat dengan tujuan agar lumpur tidak meluas. Namun bisa juga dibangun untuk melindungi instalasi penting.Demikian disampaikan ahli geologi dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno ,dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (11/8/2006)."Bila pilihan pertama diambil, risikonya bila jebol bisa menewaskan warga yang bermukim di sekitarnya," ujar kandidat Doktor MIPA di Universitas Padjadjaran Bandung ini.Dilanjutkan dia, risiko dari pilihan kedua adalah banyak lahan dalam waktu tertentu yang tidak bisa berfungsi untuk pertanian. Pilihan ketiga mengandung risiko adanya pencemaran."Saya tidak bisa menyimpulkan mana yang terbaik, yang risikonya paling sedikit. Karena perlu kajian bersama yang melibatkan masyarakat. Ini bukan masalah teori," imbuh Koordinator Pusat Studi Bencana di kampusnya ini.Lepaskan EgoUntuk mengatasi bencana lumpur ini, disampaikan Eko Teguh, pihak yang berkepentingan harus melepaskan egonya masing-masing. Pilihan kebijakan yang diambil tidak bisa hanya mendasarkan pada common sense."Tidak bisa ego-egoan. Volume sudah semakin bertambah, masalah semakin berat," cetus anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.Bila volume air lumpur sudah sangat besar maka tidak ada pilihan lain selain mengalirkan ke laut."Ini terpaksa dipilih, karena pilihan lain tak mungkin dilakukan. Tapi tetap semuanya membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi yang tidak singkat. Termasuk perbaikan cara berpikir," terang dia.Eko Teguh lantas menyarankan agar segera ditempuh melalui pengkajian holistik. Dia pun berharap kejadian ini bisa diambil pelajaran."Terutama bagi pengebor, harus hati-hati apakah trigger akan menimbulkan efek yang lebih besar," imbuhnya. (nvt/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait