Gara-gara Unjuk Rasa, 12 Mahasiswa Unhas Diberi Nilai Error
Jumat, 11 Agu 2006 13:20 WIB
Makassar - Mahasiswa Makassar mesti hati-hati jika berunjuk rasa. Sebab di Universitas Hasanuddin (Unhas), gara-gara menggelar aksi demo, 12 mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan pengikut aksi demonstrasi ketiban musibah. Nilai semua mata kuliah yang mereka programkan semester ini error (E) semua. Hal ini bermula dari aksi unjuk rasa yang dilakukan 12 mahasiswa ini pada bulan Mei lalu. Mereka saat itu menuntut agar adanya transparansi pengelolaan hutan pendidikan Bengo-bengo milik fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. Namun, aksi mahasiswa ini malah berbuah petaka. Nama 12 orang mahasiswa tersebut lalu disebarkan ke seluruh dosen dalam secarik kertas. Di atas keertas tersebut tertulis "Nama Mahasiswa yang Harus Diberi Hukuman". Usai final test, nilai 12 mahasiswa ini seragam: E semua. Padahal, para mahasiswa ini mengambil mata kuliah yang berbeda-beda. "Dari informasi seorang dosen, ada kesepakatan dari ketua jurusan yang meminta kepada dosen untuk memberi kami nilai error semua," tutur salah seorang mahasiswa korban nilai E yang enggan disebut namanya. Menurutnya, hal yang sangat aneh jikalau 12 orang seragam mendapat nilai error. "Kalau bukan permintaan jurusan, tidak mungkin nilai kami seragam E semua," ucapnya. Sementara itu, ketua Jurusan Kehutanan Muhammad Restu membantah jikalau ada intervensi jurusan. "Pemberian nilai adalah otoritas dosen. Jurusan tidak boleh mencampuri," ucapnya. Datangi Rektorat Tak terima atas perlakuan terhadap 12 orang mahasiswa itu, sekitar 50 mahasiswa mengatasnamakan Solidaritas untuk Mahasiswa Kehutanan mendatangi gedung Rektorat Unhas, Makassar, Jum'at (11/8/2006). Para mahasiswa ini menuntut agar pihak rektorat turut campur dan segera mengubah nilai 12 mahasiswa tersebut. "Ini sama saja dengan pengekangan terhadap mahasiswa untuk berunjuk rasa. Nilai mereka harus direhabilitasi. Pihak jurusan telah melakukan kejahatan akademik," ujar Rahmat, salah seorang pengunjuk rasa. Aksi ini sempat berjalan alot. Juga terjadi perdebatan antara Pembantu Rektor I Prof Dadang Surya Atmadja dengan para mahasiswa. Para pengunjuk rasa menuntut agar Dadang segera menandatangani kesediaan untuk menyelesaikan kasus ini dalam waktu 3x24 jam. Namun permintaan ini tidak disanggupinya. Para mahasiswa lalu bersikeras untuk tetap bertahan di gedung rektorat hingga tuntutan mereka dipenuhi.
(nrl/)











































