Pakar TI Bersatu Stop Penyadapan
Jumat, 11 Agu 2006 10:07 WIB
Jakarta - Akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) rawan penyadapan, contohnya dengan adanya isu penyadapan sejumlah KBRI di luar negeri. Pakar TI (teknologi informasi) pun bersatu mencegah penyadapan.18 Pakar TIK membentuk Masyarakat Sandi dan Keamanan Informasi Indonesia (MASPI) di Kampus UI Depok, Kamis 10 Agustus kemarin. Para tokoh tersebut antara lain Budi Rahardjo dari ITB, Bambang Prastowo dari UGM dan Willy Susilo dari Universitas Wollonggong Australia.Tujuan MASPI antara lain untuk menangkal aksi penyadapan dan membantu dalam memperkuat sistem informasi pemerintah. "Penyadapan itu wajar, semua pasti ada. Nah, kita salah satunya untuk mencegah itu," ujar staf Bidang Kriptologi Lembaga Sandi Negara Pratama Dahlia Persada kepada detikcom, Jumat (11/8/2006).Menurut Pratama, semua informasi bisa disadap mulai dari radio, telepon, e-mail, bahkan SMS. Sayangnya para pejabat negara kurang menyadari hal itu. "Tidak heran bila beberapa kali KBRI pernah disadap oleh pihak asing," lanjutnya.Pratama optimistis kemampuan para ahli TIK Indonesia tidak kalah pintar dengan ahli luar negeri. "Cuma, kita kendalanya pada alat operasional yang masih kurang," katanya.
(fay/)











































