Buntut Plot Teror, Penumpang Pesawat Wajib Cicipi Susu Bayi

Buntut Plot Teror, Penumpang Pesawat Wajib Cicipi Susu Bayi

- detikNews
Jumat, 11 Agu 2006 09:56 WIB
London - Buntut terbongkarnya plot pengeboman pesawat, pemeriksaan para penumpang pesawat di semua bandara Inggris diperketat. Bahkan para penumpang kini dilarang membawa tas tangan. Penumpang hanya diizinkan membawa barang-barang tertentu ke atas pesawat yang ditaruh dalam kantong plastik. Bahkan saku baju para penumpang akan diperiksa karena mereka tidak diperbolehkan menaruh apapun di sakunya.Bukan cuma itu, para penumpang yang membawa bayi wajib mencicipi isi botol susu bayi yang mereka bawa sebelum diizinkan naik ke atas pesawat. Selain harus mencicipi susu bayi, para penumpang juga dilarang membawa minuman dan gel apapun ke dalam pesawat. Langkah ini dilakukan setelah kepolisian Inggris berhasil menggagalkan plot peledakan sejumlah pesawat yang terbang antara Inggris dan AS.Dalam plot itu terungkap bahwa teroris akan menggunakan bahan peledak cair yang disamarkan seperti botol minuman ringan, yang akan diledakkan dengan alat-alat elektronik biasa seperti kamera atau music player.Sebelum naik ke pesawat, para penumpang akan diperiksa secara menyeluruh oleh staf keamanan bandara. Semua barang yang mereka pakai akan diperiksa dengan sinar-x, termasuk sepatu, kursi roda dan tongkat. Ketatnya prosedur pemeriksaan mau tidak mau menyebabkan keterlambatan penerbangan."Dengan sangat menyesal, keterlambatan signifikan di bandara-bandara tidak bisa dihindarkan," demikian pernyataan Departemen Transportasi Inggris seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (11/8/2006)."Langkah-langkah pengamanan ekstra ini akan membuat perjalanan lebih menyulitkan bagi para penumpang, khususnya di waktu-waktu sibuk tahun ini," imbuh departemen.Sejauh ini kepolisian Inggris telah menangkap 24 orang terkait digagalkannya rencana serangan teroris yang menargetkan sejumlah pesawat yang terbang antara Inggris dan AS. Kepolisian Inggris yakin, serangan itu tadinya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. (ita/)


Berita Terkait