Ratusan Ekor Ayam Kampung di Bantul Mati
Kamis, 10 Agu 2006 18:31 WIB
Yogyakarta - Ratusan ayam kampung di beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak bulan Juli hingga Agustus mati mendadak. Diduga penyebabnya adalah virus avian influenza (AI) atau flu burung.Sedikitnya sudah tujuh kecamatan yang sudah terserang virus flu burung. Beberapa wilayah itu, antara lain Kecamatan Jetis, Srandakan, Sanden, Pleret, Kota Bantul, Sedayu dan Imogiri. Diperkirakan wabah itu akan terus menjalar ke wilayah lain bila tidak segera ditangani."Kami sudah mengirimkan sampel darah ayam yang mati ke Balai Besar Veteriner di Wates Kulonprogo untuk segera diteliti di laboratorium," kata Kepala Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Sumartilah kepada wartawan di kantor di Jl Wahidin Sudirohusodo, Bantul, Kamis (10/8/2006).Namun sebelum mengirimkan sampel darah ayam yang mati, petugas lapangan di Bantul sudah mengambil sampel melalui rapid test. Hasil pemeriksaan dari air liur ayam yang sekarat dan mati, terbukti ayam-ayam tersebut positif terkena virus H5N1.Semua ayam yang mati memiliki ciri-ciri jengger berwarna biru kehitam-hitaman dan ada cairan lendir dari hidung. Sedang di bagian dubur mengeluarkan lendir bercampur kotoran berwarna putih.Menurut dia, jumlah ayam yang mati sejak pertengahan bulan Juli hingga Agustus ini diperkirakan mencapai 400-an ekor. Kasus yang pertama kali dilaporkan oleh warga kepada petugas dari Dinas Peternakan pada tanggal 13 Juli 2006 oleh warga Trirenggo, Kecamatan Bantul. Setelah itu kemudian menyerang wilayah lain seperti Kecamatan Srandakan, Sedayu, Sanden, Jetis, Imogiri dan Pleret. "Data terakhir sudah menyerang sekitar Imogiri," katanya.Dia mengatakan cepatnya penularan virus H5N1 itu disebabkan kondisi cuaca yang buruk pada pertengahan musim kemarau saat ini. Cuaca yang ekstrem antara siang dan malam hari memudahkan hewan ternak unggas terserang penyakit. Selain itu, pasca gempa banyak ternak unggas yang tidak terurus oleh pemiliknya dan dibiarkan berkeliaran ke mana-mana. Pihaknya akan terus memantau dan melakukan penyemprotan dengan cairan desinfektan. "Kami juga mengimbau para pemilik peternakan ayam potong dan petelur untuk segera melakukan vaksinasi. Bila ada ayam mati terinfeksi virus tersebut, kami minta warga untuk membakar," ujar dia.
(asy/)











































