Keluarga Minta Pembunuh Nungky Dihukum Mati
Kamis, 10 Agu 2006 17:24 WIB
Jakarta - Utang nyawa bayar nyawa. Itulah yang diinginkan keluarga Yusningsih alias Nungky, sekretaris pribadi anggota DPR asal FPDIP, Trimedya Panjaitan, yang dibunuh pada 26 Oktober lalu.Ibu Nungky, Komariah, tampak hadir mengikuti sidang perdana terdakwa RM Haryo Diningrat alias Danu di PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Kamis (10/9/2006). Dia didampingi salah satu anaknya."Ya dihukum mati. Dia kan sudah bunuh anak saya," kata perempuan yang mengenakan pakaian muslimah motif bunga-bunga dengan nada tinggi.Sejak olah TKP, menurut dia, keluarga tidak pernah dihubungi polisi. Olah TKP juga tidak dilakukan di rusun Benhil, tetapi di Polda. "Tidak tahu kenapa ada rekayasa atau tidak ya," ujarnya."Kata dokter yang memvisum, sidik jari di tubuh anak saya nggak cuma satu orang, tetapi kok yang diadili cuma satu," lanjutnya.Nungky ditemukan tewas di rumah susun Bendungan Hilir pada 26 Oktober 2005. Saat ditemukan, Nungky nyaris bugil dan jasadnya telah membusuk. Haryo membunuh Nungky karena wanita berkulit putih itu terus menerus menunda-nunda meminjamkan uang. Haryo alias Danu adalah pengurus rumah susun dan track record-nya dikenal tidak baik.
(aan/)











































