Gara-Gara Lumpur Lapindo, 40 % Bus di Malang Dikandangkan

Gara-Gara Lumpur Lapindo, 40 % Bus di Malang Dikandangkan

- detikNews
Kamis, 10 Agu 2006 16:41 WIB
Malang - Ditutupnya kembali jalur tol Surabaya-Gempol akibat meluapnya lumpur panas Lapindo juga berimbas pada operasional bus jurusan Malang-Surabaya. Sekitar 40% bus dikandangkan. Bus-bus ini tidak dioperasikan akibat turunnya jumlah penumpang yang akan bepergian, baik dari Malang maupun yang dari Surabaya. Selain faktor penumpang yang sepi, juga karena lamanya waktu yang harus ditempuh akibat kemacetan lalu lintas di sekitar pasar Porong, Sidoarjo."Daripada terjebak kemacetan sampai lebih dari 3 jam, lebih baik kita kandangkan busnya," kata sopir Bus Restu, Ahmadi, kepada detikcom di Terminal Arjosari, Malang, Kamis (10/8/2006). Menurut dia, akibat terjebak kemacetan yang lama, setoran yang ia peroleh saat ini habis untuk biaya solar. Karena, selain penumpang yang sepi, bus yang ia kemudikan dalam seharinya saat ini hanya beroperasi satu rit perjalanan."Kalau tol tidak ditutup, saya sehari bisa jalan dua rit. Kalau sekarang hanya jalan satu rit saja. Itu pun masih tekor buat beli solar. Maklum, penumpang sepi, takut terjebak kemacetan," keluh dia. Dari pantauan detikcom, Terminal Arjosari yang biasanya dipenuhi ratusan calon penumpang dan ratusan bus, saat ini tampak sepi dan lengang. Jumlah bus yang melayani rute Malang-Surabaya yang beroperasi sebelum terjadi penutupan jalan tol, dalam sehari mencapai hingga sekitar 250 bus. Namun, saat ini hanya tinggal sekitar 120 bus saja yang tetap beroperasi. Dengan penutupan jalan tol itu, bus harus menempuh jarak Surabaya-Malang dalam waktu yang lebih lama. Sebelum terjadi kemacetan, jarak tempuh Malang-Surabaya hanya memakan waktu 1,5 jam. Tapi sekarang, bisa 3 hingga 4 jam. Sementara itu, beberapa calon penumpang di terminal Arjosari yang hendak bepergian ke Surabaya, harus kecewa dengan sedikitnya bus yang beroperasi. "Kalau keadaannya begini terus, saya bisa terlambat sampai Surabaya. Padahal saya ada pertemuan penting di sana," kata Iswandi, warga Jalan Laksda Sucipto Malang dengan muka kesal. (asy/)


Berita Terkait