Panglima TNI Enggan Terlibat Jauh Ungkap Senjata Koes
Kamis, 10 Agu 2006 16:04 WIB
Jakarta -
Anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution menilai ada kecenderungan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto tidak ingin terlibat jauh dalam persoalan penemuan senjata di kediaman Waaslog KSAD Alm Brigjen Koesmayadi."Ya mungkin karena institusinya tidak mau dibawa terlibat atau karena dia berasal dari Angkatan Udara dan bukan dari Angkatan Darat," ujar Ade Daud Nasution di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2006).Dia berharap TNI proaktif dan terbuka dalam menyelesaikan persoalan ini. Dia juga menilai masih banyak hal yang ditutupi dalam kasus ini. "TNI harus segera ketemu Komisi I untuk bicara sama-sama untuk menyelesaikan ini. Jangan menunggu," ujar dia.Dicontohkannya adanya keterlibatan warga negara asing asal Afrika dan Italia berdasarkan hasil temuan Puspom TNI AD. Ade mempertanyakan mengapa atase pertahanan RI untuk Singapura tidak tersentuh dalam persoalan ini."Kalau dibilang ada orang Italia dan Afrika, orang malah bingung. Itu yang harus dipersoalkan siapa itu atase pertahanan Singapura yang sudah terlibat 26 kali," imbuhnya.Oleh sebab itu Ade berharap dalam waktu dekat Panglima TNI segera menyampaikan hasil temuannya secara resmi kepada DPR. "Jangan tunggu RDPU dua bulan mendatang. Paling tidak setelah tanggal 16-17 Agustus," cetusnya.Ade menilai hingga saat ini TNI masih belum menunjukkan profesionalismenya karena masih mengedepankan kepentingan korpsnya masing-masing. "Nggak akan jadi tentara profesional karena alasan korps. Jadi jangan terlalu terpaku pada angkatanlah," tegas Ade.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































